banner dprd berau

40 Kebakaran, Korsleting Jadi Biang Kerok

Tanjung Redeb – Di balik tingginya angka kebakaran yang terjadi di Kabupaten Berau selama enam bulan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau menyoroti penyebab yang paling sering memicu kebakaran, yakni korsleting listrik dan kelalaian saat menggunakan kompor.

Berdasarkan hasil investigasi awal Disdamkarmat, dua faktor tersebut menjadi dugaan penyebab mayoritas dari 40 kejadian kebakaran yang ditangani sejak Januari hingga Juni 2026.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional, Komunikasi, Pemadaman, dan Investigasi Disdamkarmat Berau, Azkar, mengatakan, meski penyelidikan penyebab kebakaran merupakan kewenangan kepolisian, temuan awal di lapangan menunjukkan bahwa masalah instalasi listrik dan penggunaan kompor masih menjadi pemicu utama.

Baca Juga  Disbudpar Berau Pasang Target Retribusi Pariwisata 2025 Rp 600 Juta

“Mayoritas karena korsleting atau arus pendek dan kompor,” ujarnya.

Azkar menjelaskan, tingginya kasus tersebut menjadi perhatian serius karena sebenarnya dapat dicegah melalui langkah sederhana, seperti memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala, menghindari penggunaan kabel yang tidak sesuai standar, serta memastikan kompor dan sumber api benar-benar dimatikan setelah digunakan.

Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar jumlah kejadian kebakaran dapat ditekan.

Baca Juga  Waris Soroti Lemahnya Perencanaan, Banyak Proyek Berujung SILPA

“Harapannya kita lakukan pencegahan sedini mungkin. Upaya sederhana yang kita lakukan memiliki peran besar mencegah terjadinya potensi kebakaran,” katanya.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Disdamkarmat Berau mencatat telah menangani 40 kejadian kebakaran yang terdiri dari 22 kebakaran permukiman, 11 kebakaran lahan, tiga kebakaran mobil, dua kebakaran kabel listrik, satu pengamanan aksi unjuk rasa, dan satu kegiatan penyiraman lahan.

Baca Juga  Lahan Kakao Rusak Akibat Banjir, Disbun Berau Utamakan Pemulihan Sebelum Lanjutkan Proyek Investasi

Dari seluruh kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, satu korban jiwa juga tercatat dalam kebakaran rumah di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan, yang menewaskan seorang anak berusia sekitar tiga tahun.

Melalui tingginya angka kebakaran tersebut, Disdamkarmat berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan penanganan saat musibah terjadi, tetapi lebih mengutamakan langkah-langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan masing-masing.(Cha)