Nakes Menumpuk di Kota, Wilayah Pesisir Kekurangan
Tanjung Redeb – Ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Kabupaten Berau kembali mendapat perhatian serius dari DPRD. Pemerintah Kabupaten Berau didesak segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penempatan tenaga medis, khususnya di wilayah pesisir dan daerah terpencil.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menilai persoalan utama bukan terletak pada jumlah tenaga kesehatan, melainkan pada distribusinya yang belum merata. Ia menyebut masih terjadi penumpukan tenaga medis di wilayah tertentu, sementara daerah lain justru mengalami kekurangan.
“Secara jumlah sebenarnya sudah mencukupi, tetapi penyebarannya belum merata. Ini yang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga di kawasan pesisir dan pelosok yang masih minim akses tenaga medis.
Subroto menegaskan, ketimpangan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memperlebar kesenjangan layanan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.
Selain itu, ia juga menyoroti adanya gangguan pelayanan di salah satu puskesmas wilayah pesisir yang sempat terhenti usai Lebaran. Dugaan sementara, hal itu dipicu keterlambatan pembayaran gaji dokter penugasan khusus selama beberapa bulan.
“Kalau hak tenaga medis belum dipenuhi, tentu akan berpengaruh terhadap kinerja mereka. Ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.
Ia pun meminta Pemkab Berau segera memastikan seluruh hak tenaga kesehatan dipenuhi tepat waktu, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Sebagai langkah konkret, DPRD mendorong adanya penataan ulang sistem distribusi tenaga kesehatan, termasuk optimalisasi program penugasan khusus untuk mengisi kekosongan di wilayah pesisir dan terpencil.
“Jangan sampai masyarakat di pelosok menjadi korban. Pemerataan layanan kesehatan harus benar-benar diwujudkan,” pungkasnya.(Cha/ADV)











