banner dprd berau

Optimistis Lolos Geopark Nasional, Berau Perkuat Dokumen Budaya dan Ekonomi

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau semakin optimistis Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat meraih status Geopark Nasional setelah proses verifikasi lapangan dan bedah dokumen bersama tim verifikator. Meski masih terdapat sejumlah catatan, perbaikan yang diminta dinilai lebih banyak berkaitan dengan kelengkapan data pendukung dibanding aspek geologi.

Kepala Dinas Pariwisata Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan potensi geologi yang dimiliki Berau sudah tidak diragukan lagi. Menurutnya, tantangan yang kini harus diperkuat adalah penyajian data terkait aspek budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi berbasis geopark.

“Kalau untuk geologinya, batuan-batuannya sudah tidak diragukan, geopark kita sangat bagus. Yang kita perkuat sekarang adalah budaya dan ekonomi. Geodiversity atau keanekaragaman hayatinya juga sudah sangat baik, termasuk keberadaan hutan lindung yang tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga  Pengukuhan Pengurus DPC dan PAC Lembaga Banuanta Barsatu se-Kabupaten Berau, Hendratno: "Mari Bersama Membangun Berau"

Ia menjelaskan, setelah tim verifikator melakukan peninjauan lapangan, seluruh dokumen pendukung dibedah secara mendalam hingga dini hari. Dari proses tersebut ditemukan sejumlah data yang perlu dilengkapi dan disusun kembali agar lebih sesuai dengan indikator penilaian.

“Semalam kami bedah dokumen sampai pukul 03.30 dini hari. Ada data yang masih kurang lengkap, ada yang perlu disusun ulang. Kami diberi waktu sekitar satu bulan untuk melengkapinya. Kalau semua itu bisa dipenuhi, kami optimistis bisa masuk kategori Geopark Nasional sebelum menuju Geopark Global,” katanya.

Yudha menuturkan, dalam usulan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Kabupaten Berau memiliki 15 geosite, sementara Kabupaten Kutai Timur memiliki 11 geosite. Seluruh geosite tersebut tetap menjadi objek penilaian, meskipun tidak semuanya dikunjungi secara langsung oleh tim verifikator.

Baca Juga  Anggota DPRD Berau Dukung Program Tanam Cabai di Pekarangan, Solusi Tekan Inflasi

“Semua dinilai. Walaupun tidak semuanya didatangi karena jumlahnya banyak, penilaiannya juga berdasarkan dokumen yang kami serahkan. Satu per satu tetap dievaluasi,” jelasnya.

Menurutnya, indikator penilaian tidak hanya berfokus pada nilai geologi, tetapi juga mencakup upaya pelestarian kawasan, kegiatan penelitian dan pendidikan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan, hingga dampaknya terhadap peningkatan ekonomi lokal.

“Yang dinilai itu bagaimana kawasan dilestarikan, bagaimana pendidikan dan penelitian berjalan, bagaimana masyarakat dilibatkan dalam menjaga dan mengelola kawasan, sampai bagaimana geopark mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Promosi kawasan dan kinerja tim pengelola juga menjadi bagian dari penilaian,” ungkapnya.

Baca Juga  Dorong Pemanfaatan Teknologi, DPRD Berau Minta Pembangunan Jaringan Internet Disertai Pelatihan Literasi

Yudha juga menilai Berau memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Hal itu didukung infrastruktur yang dinilai lebih siap, mulai dari akses bandara hingga jaringan jalan menuju sejumlah geosite.

“Berau berada di kawasan pesisir dan kepulauan, sementara Kutai Timur kuat di kawasan karst pegunungan dan budaya. Perpaduan ini menjadi kekuatan geopark. Kalau Berau menjadi pintu gerbang, saya kira itu sangat memungkinkan karena infrastruktur menuju geosite sudah jauh lebih baik dan kunjungan wisatawan juga sudah terbukti cukup tinggi,” pungkasnya.(Cha)