banner dprd berau

Bukan Sekadar Batuan, Ada Legenda di Sinondok!

Tanjung Redeb – Geosite Kompleks Batuan Pra-Tersier Tanjung Sinondok di Kampung Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, tidak hanya menawarkan jejak sejarah bumi berusia jutaan tahun, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang dinilai mampu memperkuat nilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di mata dunia.

Hal itu terungkap saat Tim Penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan tersebut pada, Kamis (9/7/2026). Selain meninjau warisan geologi, tim asesor juga menyoroti pentingnya mengangkat cerita rakyat dan budaya lokal sebagai bagian dari interpretasi geosite.

Ketua Tim Verifikator Geopark, Prof. Mega Fatimah Rosana, menilai narasi budaya memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman wisatawan. Menurutnya, sebuah geosite tidak hanya berbicara mengenai batuan atau bentang alam, tetapi juga tentang hubungan masyarakat dengan lingkungan yang telah terbangun sejak lama.

Baca Juga  Polres Berau Amankan Oknum Guru Terkait Dugaan Pencabulan Terhadap Lima Siswa Disabilitas

“Geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati harus menjadi satu kesatuan cerita. Justru nilai budaya seperti legenda atau tradisi masyarakat akan membuat geosite memiliki identitas yang kuat dan lebih mudah dipahami pengunjung,” ujarnya.

Di Tanjung Sinondok, salah satu warisan budaya yang masih hidup adalah kisah Batu Kaparai atau Batu Padi. Cerita rakyat masyarakat Dayak Basap tersebut dipercaya berkaitan dengan kesuburan tanaman padi yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga  Perusda Bhakti Praja Gagas Pabrik Minyak Goreng, DPRD Berau Ingatkan Kajian Mendalam

Kepala Kampung Teluk Sumbang, Badrie Husni Setiawan, mengatakan legenda tersebut hingga kini masih dikenal masyarakat dan menjadi bagian dari identitas kampung.

Selain Batu Kaparai, kawasan Gunung Hantu di sekitar geosite juga menjadi habitat bunga rafflesia yang saat ini sedang mekar. Keberadaan flora langka tersebut semakin melengkapi kekayaan hayati yang dimiliki kawasan Tanjung Sinondok.

Di sisi lain, kawasan ini juga memiliki nilai geologi yang tinggi. Tanjung Sinondok merupakan singkapan batuan ofiolit yang terbentuk di dasar samudra sekitar 130 hingga 90 juta tahun lalu, menjadi bukti bahwa sebagian wilayah Kalimantan pernah berada di dasar samudra purba. Nilai ilmiah tersebut membuat kawasan ini ditetapkan sebagai Warisan Geologi (Geoheritage) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 187.K/GL.01/MEM.G/2024.

Baca Juga  Promosi Wisata Berau Kini Libatkan Kreator Konten Lewat Berau Wonders

Perpaduan antara warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal inilah yang dinilai menjadi kekuatan utama Tanjung Sinondok dalam mendukung upaya Geopark Sangkulirang-Mangkalihat meraih pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.(Cha)