banner dprd berau

Verifikator Soroti Potensi Museum Kota Tua Teluk Bayur

Tanjung Redeb – Rencana Pemerintah Kabupaten Berau membangun Museum Kota Tua Teluk Bayur dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Museum tersebut bahkan dapat menjadi daya tarik baru yang menghubungkan sejarah pertambangan Berau dengan konsep geopark berbasis warisan geologi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Yadi Mulyadi, saat memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Berau usai proses verifikasi geopark.

Menurut Yadi, keberadaan museum merupakan salah satu sarana pendukung penting dalam pengembangan kawasan geopark, terutama dari sisi amenitas dan penguatan daya tarik wisata. Karena itu, museum yang sudah ada maupun yang akan dibangun perlu dirancang agar menjadi bagian dari rangkaian perjalanan wisata Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Baca Juga  Pariwisata Berau Tak Bisa Jalan Sendiri, DPRD Dorong Kolaborasi Seluruh OPD

“Termasuk juga rencana pengembangan museum baru oleh Pemda Kabupaten Berau di Teluk Bayur. Geopark ini bisa menjadi salah satu acuan bagaimana mengembangkan museum baru tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Museum Kota Tua Teluk Bayur memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perkembangan Berau sebagai kota tambang. Sejarah tersebut dinilai selaras dengan salah satu unsur utama geopark, yakni warisan geologi atau geoheritage.

“Kalau kita bicara konteks kota tua Berau, berarti kita bicara sejarah Berau sebagai kota tambang. Ketika bicara tambang, berarti kita bicara sejarah pemanfaatan sumber daya geologi. Di situ menjadi pintu masuk yang bisa diselaraskan dengan kepentingan kita dalam mengembangkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat,” jelasnya.

Baca Juga  Gaji Nakes Dipastikan Aman, RSUD Abdul Rivai Klarifikasi Isu Penunggakan

Selain museum baru, Yadi juga mendorong optimalisasi museum-museum yang telah ada di Kabupaten Berau. Menurutnya, museum menyimpan koleksi sejarah dan budaya yang menjadi komponen penting dalam pengembangan geopark, sehingga layak dimasukkan ke dalam paket wisata kawasan tersebut.

“Perlu dirancang seperti apa peran museum daerah maupun museum yang dikelola pribadi agar menjadi bagian dari trip wisata geopark,” katanya.

Baca Juga  Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, Minta Dinas Kesehatan Segera Tindak Lanjuti Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Bencana Banjir

Ia menambahkan, apabila direncanakan dengan baik, Museum Kota Tua Teluk Bayur tidak hanya memperkuat identitas Berau sebagai daerah yang peduli terhadap pelestarian budaya, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam pengembangan geopark bertaraf internasional.

Pada akhirnya, kata Yadi, pelestarian budaya dan pengembangan geopark memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Dengan perencanaan yang matang, museum tersebut akan menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi Berau sebagai daerah yang tidak hanya concern terhadap pelestarian budaya, tetapi juga pengembangan geopark. Indikator akhirnya tentu meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Cha)