banner dprd berau

Berau Lirik Teknologi Jepang Kelola Sampah

Tanjung Redeb – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau membuka peluang mengadopsi sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi seperti yang diterapkan di Jepang. Namun, penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan berbagai konsep pengelolaan sampah yang dipaparkan dalam forum diskusi masih terus dikaji untuk melihat kesesuaiannya jika diterapkan di Kabupaten Berau.

Baca Juga  DPRD Berau Dukung Bapenda Terapkan TMD Optimalisasi PAD

Menurutnya, pada prinsipnya seluruh rencana pengelolaan sampah dapat diwujudkan selama dibangun secara bertahap dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari visi pembangunan jangka panjang menuju tahun 2045.

“Semua sebenarnya bisa dilakukan. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun ekosistem pembangunan berkelanjutan. Apa yang direncanakan hari ini harus terus berjalan hingga ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi pengelolaan sampah di negara maju seperti Jepang dapat menjadi referensi bagi Berau. Meski demikian, penerapannya tetap harus mempertimbangkan kondisi lokal agar dapat berjalan efektif.

Baca Juga  DPRD Berau Tekankan Kebijakan Ekspor Perikanan: Daerah Kehilangan Potensi PAD

Zulkifli menilai persoalan sampah akan lebih mudah diatasi apabila memiliki nilai ekonomi. Dengan begitu, masyarakat akan terdorong untuk ikut memilah dan mengelola sampah karena memberikan manfaat secara langsung.

“Ending-nya, sampah akan bisa diselesaikan apabila mempunyai nilai ekonomis. Jadi masyarakat juga akan memiliki andil dalam pengelolaannya,” katanya.

Karena itu, ia menegaskan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga masyarakat, untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Baca Juga  Belum Ada Kasus, Dinkes Berau Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

“Salah satu caranya adalah membangun bagaimana sampah itu menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Dengan begitu, pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(Cha)