banner dprd berau

Belum Ada Kasus, Dinkes Berau Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Tanjung Redeb – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah, meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di Indonesia, khususnya di Kabupaten Berau.

Wakil Supervisor/Pengelola Program P2-HIV Dinkes Berau, Andy Nuriyanto, mengatakan bahwa secara risiko, setiap orang pada dasarnya berpotensi terpapar virus tersebut, mengingat Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari hewan.

“Kalau secara risiko, sebenarnya kita semua bisa berisiko. Virus Nipah ini awalnya ditemukan di Malaysia, sementara Kalimantan Timur berbatasan langsung dengan Malaysia. Itu yang membuat kita perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Berau Kembali Galakkan Gerakan Hidup Sehat

Andy menjelaskan, virus Nipah memiliki reservoir utama berupa kelelawar, namun penularan juga dapat terjadi melalui hewan lain seperti babi, serta dari manusia ke manusia. Meski demikian, hingga kini belum ada kajian khusus terkait tingkat risiko penularan virus Nipah di Kabupaten Berau.

“Sampai saat ini di Kabupaten Berau belum ada kajian risiko secara spesifik. Ke depan tentu perlu kerja sama dengan dinas yang menangani kesehatan hewan untuk melihat potensi penularan dari hewan ke manusia,” jelasnya.

Baca Juga  Stabilitas Daya Beli Jadi Tantangan Eksistensi Merek di Berau

Saat ini, kata Andy, Dinkes Berau masih mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Upaya yang dilakukan pun masih sebatas edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“Kita kampanyekan bahwa virus Nipah itu ada, tapi di Indonesia belum ada kasusnya. Mudah-mudahan tidak ada. Yang paling penting adalah mawas diri terhadap gejala penyakit,” katanya.

Baca Juga  Sosialisasi Pranikah Diharapkan Mampu Kurangi Angka Perceraian di Berau

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti demam dan batuk berkepanjangan agar segera menggunakan masker dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau ada keluhan kesehatan, segeralah ke puskesmas,” ungkapnya.

Terkait masyarakat yang tinggal di sekitar habitat kelelawar atau mengonsumsi produk hasil alam, Andy menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan memastikan makanan diolah dengan benar.

“Pastikan makanan dimasak sampai matang, bersih, dan higienis. Jangan mengonsumsi makanan yang kurang matang atau tidak higienis,” pesannya. (Cha)