banner dprd berau

Longsor di Jalan Poros Pegat Bukur, Akses Tiga Kampung Nyaris Terputus

Tanjung Redeb – Ruas Jalan Poros Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, mengalami longsor yang mengakibatkan akses transportasi nyaris terputus. Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas warga, terutama yang bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Material longsor menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas tersendat. Kendaraan roda dua masih dapat melintas dengan hati-hati, namun kendaraan roda empat mengalami kesulitan untuk melewati jalur tersebut.

Longsor yang terjadi di kawasan Pegat Bukur itu disebut cukup parah karena menjadi akses utama menuju tiga kampung di sekitarnya yakni, Kampung Bena Baru, Kampung Inaran dan Kampung Pegat Bukur. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan semakin memperburuk konektivitas antarwilayah.

Baca Juga  Tenaga Kesehatan Belum Masuk Database, Dinkes Ajukan Penugasan Khusus ke Kemenkes

Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto, mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait penanganan longsor tersebut. Ia menyebut, usulan perbaikan sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan, namun belum terealisasi dalam penganggaran.

“Memang sudah beberapa kali diusulkan, tapi belum dianggarkan. Kondisinya memang sangat parah karena ini akses menuju tiga kampung,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Berau Soroti Penggunaan Bom Ikan, Minta Penegakan Hukum yang Efektif

Dedy menegaskan, pihaknya akan mengawal secara langsung agar perbaikan jalan tersebut dapat segera direalisasikan. Ia berharap penanganan bisa masuk dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini.

“Kalau memungkinkan di ABT bisa kita kejar, itu yang akan kita dorong. Karena ini sudah 2026, jadi harus segera ditindaklanjuti,” katanya.

Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang sudah seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia pun memastikan akan terus memperjuangkan agar perbaikan masuk dalam anggaran, baik di ABT maupun APBD murni tahun 2027.

Baca Juga  Pemkab Berau Diminta Segera Relokasi TPA Bujangga

“Buat saya ini prioritas. Saya sendiri yang akan mengawal, mulai dari ABT sampai ke anggaran murni 2027. Ini harus dianggarkan karena kondisinya memang sudah sering disorot,” tegasnya.

Masyarakat di sekitar lokasi berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani longsor tersebut, mengingat jalur itu menjadi satu-satunya akses vital bagi warga di tiga kampung. (Cha/ADV)