banner dprd berau

Hatchery Tanjung Batu Kewalahan Penuhi Permintaan Benur Udang Windu

Tanjung Redeb – Upaya pengembangan budidaya udang windu di Kabupaten Berau mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Perikanan Berau mencatat benur atau bibit udang windu hasil hatchery di Tanjung Batu kini semakin diminati petani tambak karena dinilai memiliki kualitas lebih baik dibanding pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid mengatakan selama ini sebagian besar petani tambak masih bergantung pada bibit dari Tarakan dan Pulau Jawa. Namun, sejak adanya hatchery yang dikelola bekerja sama dengan SMK 3 Perikanan Tanjung Batu dan komunitas perikanan setempat, kualitas benur lokal dinilai lebih unggul.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Sinergi Sekolah dan Disdik dalam Pemeliharaan Gedung RKB

“Alhamdulillah dengan hatchery yang ada di Tanjung Batu ini ternyata kualitasnya lebih bagus dibanding dari Tarakan. Tingkat mortalitasnya lebih rendah ketika ditebar di tambak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, benur dari luar daerah kerap mengalami tingkat kematian cukup tinggi akibat proses distribusi yang panjang. Bahkan, tingkat mortalitasnya bisa mencapai 50 hingga 70 persen.

Sementara itu, benur hasil produksi hatchery Tanjung Batu dinilai lebih tahan dan cocok dengan kondisi tambak di Berau. Kondisi tersebut membuat permintaan terus meningkat dari para petani tambak.

Baca Juga  DPRD Berau Ingatkan OPD Maksimalkan Serapan Bankeu Provinsi 2025

Abdul Majid mengungkapkan kapasitas produksi hatchery saat ini baru mampu memenuhi sekitar 2 juta benur per tahun. Padahal kebutuhan petani tambak di Berau diperkirakan mencapai 20 juta benur per tahun.

“Permintaannya sangat tinggi, sampai hatchery di Tanjung Batu kewalahan dan banyak yang terpaksa dibatalkan karena kapasitas produksi masih terbatas,” katanya.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas peneluran menjadi kendala utama peningkatan produksi. Karena itu, pihaknya berencana mendorong pengembangan fasilitas hatchery dengan memanfaatkan lahan yang masih tersedia di kawasan SMK 3 Perikanan Tanjung Batu.

Baca Juga  DPRD Berau Soroti Efektivitas Sertifikasi Pemandu Wisata dalam Dongkrak Kunjungan

Meski demikian, ia menegaskan pengembangan hatchery tetap membutuhkan koordinasi dengan pemerintah provinsi karena kewenangannya berada di tingkat provinsi.

Untuk saat ini, produksi benur lokal masih difokuskan memenuhi kebutuhan petani tambak di Berau, khususnya kawasan Pegat Batumbuk hingga wilayah pesisir lainnya yang menjadi sentra pembesaran udang windu.

“Fokus kita memenuhi kebutuhan dalam daerah dulu, karena saat ini pasokan dari luar masih sangat besar,” tutupnya. (Cha)