DPRD Berau Instruksikan Bandara Kalimarau Siaga Hadapi Lonjakan Penumpang
Berau – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, menginstruksikan jajaran manajemen Bandara Kalimarau untuk mengoptimalisasi kesiapan teknis maupun non-teknis guna mengantisipasi eskalasi jumlah penumpang menjelang puncak arus mudik Idulfitri tahun ini.
Dedy menegaskan bahwa otoritas bandara memegang peranan krusial dalam menjamin kelancaran mobilisasi masyarakat. Mengingat proyeksi peningkatan trafik udara yang signifikan, Bandara Kalimarau diharapkan mampu memitigasi potensi kendala operasional secara preventif.
”Periode ini merupakan parameter keberhasilan tahunan bagi sektor transportasi udara. Kami mengharapkan manajemen dapat mengimplementasikan prosedur operasional standar secara rigid demi kelancaran arus mudik,” tegas Dedy.
Ia memaparkan bahwa esensi kesiapan bukan semata-mata terletak pada penambahan frekuensi penerbangan (extra flight), melainkan pada konsistensi penegakan aspek keselamatan (safety) dan peningkatan mutu pelayanan kepada pengguna jasa bandara.
”Lonjakan penumpang adalah fenomena rutin setiap tahunnya. Oleh sebab itu, kesiapan fasilitas penunjang harus berada pada level optimal, baik dari aspek teknis infrastruktur maupun sumber daya manusia yang bertugas di lapangan,” imbuhnya.
Dedy turut mengapresiasi kebijakan pengelola bandara terkait perpanjangan jam operasional serta pembentukan posko pelayanan terpadu. Namun, ia memberikan catatan agar sinkronisasi antara perencanaan strategis dengan realita di lapangan tetap terjaga secara konsisten.
”Implementasi kebijakan tidak boleh meninggalkan celah. Pengawasan harus diperketat secara intensif guna memastikan pelayanan prima tetap terjaga di tengah kepadatan jadwal penerbangan,” lanjutnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Berau ini menggarisbawahi pentingnya mitigasi risiko terhadap anomali cuaca yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan Timur. Ia meminta agar sistem peringatan dini dan layanan darurat, baik di sektor keamanan maupun medis, selalu dalam kondisi siaga penuh.
Sebagai penutup, Dedy menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan arus mudik sangat bergantung pada soliditas sinergi lintas sektoral. Koordinasi antara otoritas bandara, maskapai penerbangan, dan aparat penegak hukum menjadi faktor determinan dalam menciptakan ekosistem transportasi yang kondusif.
”Koordinasi kolektif harus diperkuat. Seluruh elemen terkait wajib bergerak secara simultan agar sirkulasi penumpang tetap tertib dan meminimalisir hambatan yang dapat mengganggu kenyamanan publik,” pungkasnya. (Cha/Adv)











