banner dprd berau

Disbudpar Berau Siapkan Film Raja Alam, Perkuat Sejarah Lokal ke Tingkat Nasional

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mulai mematangkan rencana produksi film tentang sosok pahlawan nasional asal Berau, Raja Alam. Proyek ini digadang-gadang menjadi karya monumental yang mengangkat nilai perjuangan tokoh kebanggaan Bumi Batiwakkal ke panggung nasional.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Warji, menyampaikan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan sejarah dan memperkuat identitas budaya lokal melalui media yang lebih luas jangkauannya.

Baca Juga  DPRD Berau: Teknologi Desalinasi Solusi Mutlak Krisis Air di Pulau Derawan

Menurutnya, film menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kembali sosok Raja Alam kepada generasi muda sekaligus masyarakat Indonesia secara umum. “Kita ingin nilai perjuangan beliau tidak hanya dikenal di Berau, tetapi juga menjadi inspirasi nasional,” ujarnya.

Meski mendapat dukungan penuh, Warji menegaskan proses realisasi proyek ini harus mengikuti regulasi yang berlaku. Pasalnya, sumber pendanaan yang diusulkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga mekanisme pengadaan barang dan jasa wajib dipatuhi secara ketat.

Baca Juga  Bupati Minta Dispusip Akreditasi 20 Perpus di 2024 ini

Ia menjelaskan, terdapat dua opsi skema yang bisa ditempuh. Pertama melalui mekanisme hibah, dan kedua melalui belanja jasa oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan melibatkan pihak ketiga sesuai aturan pengadaan pemerintah.

Apabila menggunakan jalur pengadaan oleh OPD, maka usulan program harus tercantum dalam Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah terkait. Proses ini, kata Warji, membutuhkan waktu persiapan yang tidak singkat, bahkan bisa mencapai dua tahun sesuai ketentuan perencanaan anggaran.

Baca Juga  Wujudkan Kedaulatan Pangan, DPRD Berau Dorong Pemerintah Optimalkan Lahan Produktif

“Kami sudah menerima proposalnya dan akan melakukan verifikasi lebih lanjut. Koordinasi lintas OPD juga akan dilakukan agar anggaran yang dialokasikan tepat sasaran serta tidak menyalahi aturan,” tegasnya.

Disbudpar berharap proyek film ini tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi sejarah yang efektif. Dengan kemasan yang menarik dan berbasis riset, film tentang Raja Alam diharapkan mampu memperkuat literasi sejarah, khususnya bagi generasi muda di Kalimantan Timur dan Indonesia secara luas.(Cha)