banner dprd berau

Musrenbang Talisayan, Jalan Rusak hingga Sampah Menjadi Sorotan

TALISAYAN – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Talisayan yang digelar Kamis (05/06/2025) menyoroti sejumlah persoalan strategis, mulai dari kondisi infrastruktur jalan hingga tata kelola sampah sebagai penunjang pengembangan desa wisata.

Camat Talisayan, Yusup Gunawan, menyampaikan bahwa peningkatan kondisi jalan utama, jalan kampung, dan jalan usaha tani menjadi usulan prioritas utama dalam Musrenbang tahun ini. Infrastruktur jalan dinilai krusial agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian dan ekonomi kampung, dapat berjalan optimal.

“Selain jalan, prioritas lainnya adalah penegasan batas kampung, sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Meski sebagian bukan kewenangan kampung, tetap menjadi prioritas pembangunan kecamatan,” ujar Yusup.

Baca Juga  Inflasi Berau Meningkat Akibat Ketergantungan Pasok dari Luar Wilayah

Dengan 10 kampung yang terdiri dari tiga kampung mandiri dan tujuh kampung berstatus maju, Kecamatan Talisayan memiliki luas wilayah darat dan laut yang cukup besar serta kondisi geografis yang beragam. Hal ini menuntut perencanaan pembangunan yang terintegrasi, terlebih di tengah pesatnya aktivitas pembangunan dan perkebunan.

Yusup juga menyoroti potensi wisata yang dimiliki Talisayan, seperti wisata hutan dan sungai, yang masih bisa dikembangkan lebih maksimal. Keberadaan hutan desa dan ruang terbuka hijau dinilai menjadi peluang besar apabila didukung kolaborasi lintas sektor.

“Pembangunan di Talisayan jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah kampung terus bersinergi dan mengembangkan potensi pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli kampung,” katanya.

Baca Juga  Tapal Batas Dua Kampung Terus Dipersoalkan, Sultan Sambaliung Minta Tindakan Nyata Pemkab

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan pentingnya pengelolaan potensi wisata yang diiringi dengan tata kelola sampah yang baik. Menurutnya, kebersihan menjadi kunci utama dalam menciptakan kawasan wisata yang menarik.

“Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Sampah organik dan anorganik harus dipilah, apalagi sekarang sampah sudah memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Bupati mendorong agar pengelolaan sampah dijadikan program prioritas ke depan, mulai dari tingkat rumah tangga hingga pengolahan massal, guna mewujudkan desa wisata yang bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga  Bupati Berau Harapkan Wisatawan Mendorong Pertumbuhan UMKM

Selain itu, pengembangan sektor perkebunan juga didorong melalui pemberian bibit jagung dan bantuan alat pertanian. Di tengah keterbatasan anggaran, inovasi dan kemandirian dinilai menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada.

Untuk mendukung penerangan wilayah, Pemerintah Kabupaten Berau melalui bidang pembangunan fisik akan melakukan pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di empat kampung, yakni Kampung Eka Sapta, Sumber Mulia, Purnasari Jaya, dan Kampung Suka Muria. Meski anggaran terbatas, hibah rumah ibadah tetap dialokasikan.

“Secara khusus saya meminta perusahaan agar dana CSR dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Bupati. (Cha)