banner dprd berau

Andalkan Kearifan Lokal, DPRD Berau Dorong Pengelolaan Tambang yang Pro-Rakyat dan Lingkungan

Tanjung Redeb – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau meminta agar potensi tambang emas di Kecamatan Segah dan Kelay dikelola dengan pendekatan yang lebih humanis. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menegaskan pentingnya regulasi yang tidak menghambat ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal, serta kewajiban perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja asli daerah guna mencegah konflik sosial.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Pengawasan Ketat PJU-TS Berau Pasca Pembangunan untuk Jamin Keberlanjutan

​Rudi Mangunsong menekankan bahwa pemerintah dan pihak terkait perlu bijak dalam menerapkan aturan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi penghidupan warga. Langkah ini dianggap esensial guna memastikan kekayaan alam Bumi Batiwakkal benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penduduk sekitar, terutama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tingkat tapak.

​“Sekarang kondisi ekonomi lagi susah, kalau terlalu banyak larangan nanti malah jadi sesuatu yang tidak bagus,” ujar Rudi.

Baca Juga  DPRD Berau Soroti Minimnya Perawatan, Wisata Mangrove hingga Air Terjun Terancam Terabaikan

​Ia juga menyoroti bahwa keterlibatan aktif masyarakat bukan sekadar soal upah, melainkan tentang menjaga martabat dan hak atas tanah kelahiran mereka sendiri. Melalui sinergi antara kebijakan yang fleksibel dan pengawasan yang ketat, diharapkan tercipta iklim investasi yang sehat namun tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Satu poin krusial yang ditegaskan adalah mengenai penyerapan tenaga kerja. Ia meminta agar aktivitas pertambangan di Segah dan Kelay memprioritaskan warga lokal Berau dibandingkan mendatangkan orang dari luar daerah untuk menekan potensi gesekan sosial.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Pemerintah Daerah Stabilkan Harga dan Serap Hasil Panen Petani

​“Kurangi orang luar, maksudnya lebih fokus ke warga sekitar yang perusahaan di sana. Warga sekitar dengan kearifan lokalnya mencari penghidupan, itu yang utama,” pungkasnya. (Cha/Adv)