banner dprd berau

Disbudpar Dorong Tenun Berau Masuk Ruang Edukasi

Tanjung Redeb – Keberadaan tenun khas Berau tak hanya dipandang sebagai produk kerajinan, tetapi juga warisan budaya yang membutuhkan regenerasi agar tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah, mengatakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah menarik minat generasi muda untuk mengenal hingga mempelajari proses menenun.

Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai ruang edukasi, mulai dari kegiatan di sekolah hingga kolaborasi dengan para pelaku usaha dan komunitas budaya.

Baca Juga  Produksi Berlimpah, Distribusi Ikan Berau Tembus Keluar Daerah

“Harapannya nanti semakin banyak anak-anak muda yang tertarik belajar menenun. Pengrajin juga membutuhkan regenerasi supaya tenun Berau tidak berhenti di generasi sekarang,” ujarnya saat menghadiri pembukaan Galeri Tenun Berau M@M@Be, Sabtu (11/7/2026).

Samsiah menjelaskan, tenun Berau merupakan bagian dari wastra Indonesia yang memiliki nilai budaya, filosofi, dan sejarah. Karena itu, pelestariannya tidak cukup hanya melalui produksi kain, tetapi juga dengan memperkenalkan makna yang terkandung di balik setiap motif.

Baca Juga  DPRD Berau Harapkan Pembangunan Fasilitas Dasar Tuntas Secara Menyeluruh

Ia menilai, ketika masyarakat memahami cerita di balik corak tenun, maka rasa memiliki terhadap budaya lokal juga akan tumbuh lebih kuat.

“Setiap motif memiliki makna. Kalau masyarakat memahami filosofi itu, mereka akan lebih menghargai hasil karya para penenun,” katanya.

Selain memperkuat edukasi, Disbudpar juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pelestarian tenun Berau. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga  SMSI Berau Punya Ketua Baru, Siap Perkuat Eksistensi Media Siber di Bumi Batiwakkal

Menurut Samsiah, keberadaan tenun dan batik khas Berau saat ini sudah menjadi salah satu identitas daerah yang patut terus dijaga. Dengan kolaborasi berbagai pihak, ia optimistis eksistensi wastra Berau akan semakin dikenal sekaligus mampu melahirkan generasi penerus yang melestarikan tradisi menenun. (Cha)