Produksi Berlimpah, Distribusi Ikan Berau Tembus Keluar Daerah
Tanjung Redeb – Produksi ikan di Kabupaten Berau dinilai masih sangat mencukupi kebutuhan lokal, bahkan mengalami surplus hingga rutin dikirim ke sejumlah daerah di Kalimantan.
Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengungkapkan hasil tangkapan nelayan Berau selama ini tidak sepenuhnya terserap oleh pasar lokal. Kondisi ini membuat distribusi ikan meluas ke wilayah lain.
“Setelah kebutuhan di Berau terpenuhi, kelebihan produksi biasanya dikirim ke Malinau, Samarinda, hingga Bulungan. Rata-rata setiap hari bisa 1 sampai 2 ton yang dikirim,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya produksi ini menunjukkan potensi besar sektor perikanan Berau. Namun di sisi lain, distribusi yang luas juga berpengaruh terhadap dinamika harga di pasar lokal.
Frederik menjelaskan, salah satu komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi adalah ikan layang. Ikan ini menjadi konsumsi utama masyarakat sehingga fluktuasi harganya sangat terasa.
“Ikan layang ini sering disebut ikan sejuta umat. Kalau harganya naik, dampaknya langsung terasa ke masyarakat,” jelasnya.
Harga ikan layang di pasaran saat ini berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram, tergantung jalur distribusi. Semakin panjang rantai distribusi, harga yang diterima konsumen juga semakin tinggi.
Untuk itu, pihaknya terus mendorong optimalisasi peran TPI sebagai pusat distribusi agar rantai pasok lebih efisien. Dengan demikian, harga ikan di tingkat konsumen diharapkan bisa lebih stabil meski produksi melimpah. (Cha)











