Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Golkar Pangarso Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Kayan 2024


TANJUNG SELOR – Wakil Kepala Kepolisian Daerah ( Wakapolda ) Kalimantan Utara Brigjen Pol. Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K, M.H, memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Kayan yang dirangkaikan dengan Apel Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan 2024 di lapangan apel Mapolda Kaltara, Sabtu ( 02/03/2024).

Apel Gelar pasukan tersebut terdiri dari Pleton Pama Polda Kaltara, unsur TNI ( Korem 092/Mrl dan Brigif 24/Bulungan Cakti ), Gabungan Personil Polda Kaltara ( Provost, Dit. Lantas, Dit. Samapta, Dit. Krimum, Dit. Intelkam, Dit. Krimsus ), POM TNI, Brimob, Dishub, Senkom, BPBD, Sat. Pol PP, mahasiswa, pelajar dan Komunitas roda dua.

Baca Juga  Kapolda Kaltara Hadiri Silaturahmi dan Deklarasi Pemilu 2024, Simak Pesan Irjen Daniel Adityajaya

Dalam apel tersebut dilakukan penyematan pita warna biru sebagai tanda dimulainya operasi.

Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh duta keselamatan yang diikuti oleh seluruh peserta apel serta sekaligus penyematan Pin keselamatan.

Operasi ini dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Kaltara dan Polres Jajaran selama 14 ( empat belas ) hari terhitung mulai tanggal 04 Maret 2024 sampai 17 Maret 2024.

Operasi Keselamatan Kayan dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan dilakukan dalam rangka cipkon kamseltibcar lantas menjelang Idul Fitri 1445 H, meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunnya angka fatalitas kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas.

Dalam amanatnya, Wakapolda Kaltara menyampaikan target operasi yang ditetapkan yaitu pengemudi kendaraan pribadi dan umum, kendaraan roda 2 dan 4 atau lebih serta lokasi rawan terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga  Pemilu 2024, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Nyoblos Bareng Rahmawati di Tanjung Selor

Di akhir amanat, Wakapolda Kaltara berpesan Operasi dan aksi keselamatan jalan ini tentu saja tidak dapat berjalan dengan optimal apabila dilakukan oleh Kepolisian saja, akan tetapi harus didukung oleh lembaga/instansi dan komponen masyarakat lainnya agar tujuan dari operasi dan aksi keselamatan ini tercapai. (Rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini