banner dprd berau

Ancam Keselamatan Warga, Gideon Andris Minta Pemkab Berau Prioritaskan Mitigasi Abrasi Long Lanuk

Berau – Ancaman abrasi sungai yang terus mengikis daratan di wilayah Kampung Long Lanuk, Kabupaten Berau, kini menjadi perhatian serius bagi kalangan legislatif. Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, secara tegas menyoroti kondisi geografis wilayah tersebut yang dinilai kian mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan segera dari pemerintah daerah.

Gideon menyatakan bahwa persoalan abrasi di Long Lanuk bukan lagi sekadar isu lingkungan rutin, melainkan sudah masuk dalam kategori ancaman terhadap keselamatan jiwa dan keberlanjutan hidup masyarakat setempat. Menurut pengamatannya, laju abrasi yang semakin cepat dalam beberapa waktu terakhir berpotensi merusak infrastruktur desa dan membuat kawasan permukiman warga kehilangan kelayakan huninya. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak bersikap reaktif dan baru bergerak saat kerusakan sudah mencapai titik yang parah.

Baca Juga  DPRD Apresiasi DPMK Berau dalam Pengembangan Pupuk Organik Kampung

“Ancaman abrasi di Long Lanuk ini sudah sangat mendesak. Pemerintah daerah jangan menunggu sampai terjadi korban jiwa atau kerusakan bangunan yang luas baru bertindak. Harus ada langkah konkret dan terukur yang segera diambil untuk melindungi warga,” ujar Gideon.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kebijakan penanganan bencana, terutama jika pemerintah mulai mempertimbangkan opsi relokasi pemukiman. Gideon menilai bahwa proses perencanaan harus melibatkan kepala kampung, tokoh adat, serta masyarakat lokal sejak awal. Hal ini bertujuan agar solusi yang diputuskan dapat diterima secara sosial dan tidak menimbulkan konflik baru di kemudian hari.

Baca Juga  Perpustakaan SMA 4 Juara Nasional, Bupati Sri Juniarsih Beri Apresiasi

Selain masalah pengikisan tebing sungai, Gideon juga memaparkan tantangan lain yang dihadapi warga Long Lanuk, yakni banjir tahunan yang sering melumpuhkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi. Mengingat kompleksitas masalah tersebut, ia mendorong Pemkab Berau untuk segera menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mitigasi bencana di wilayah-wilayah rawan.

Ia berharap komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan rakyat dapat terwujud melalui pembangunan tanggul penahan abrasi atau skema perlindungan lingkungan yang komprehensif agar krisis di Long Lanuk tidak terus berlanjut. (Cha/adv)

Baca Juga  DPRD Ingatkan, Relokasi Museum Batubara Jangan Hilangkan Nilai Sejarah