banner dprd berau

M2F 2026 Usung Kampanye Lingkungan, Puluhan Pohon Akan Ditanam

Tanjung Redeb – Dinas Pariwisata Kabupaten Berau berencana menggelar aksi penanaman pohon dalam rangkaian kegiatan Maratua Musik Festival (M2F) 2026 sebagai bentuk kampanye pelestarian lingkungan dan keberlanjutan Pulau Maratua.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan kegiatan tersebut akan diawali dengan penanaman sekitar 10 pohon secara simbolis.

Meski jumlahnya tidak banyak, langkah tersebut diharapkan menjadi pemicu kesadaran berbagai pihak untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan di kawasan destinasi wisata unggulan Berau tersebut.

Baca Juga  DPRD Berau Soroti Keterbatasan Ruang Hemodialisa di RSUD Abdul Rivai

“Paling tidak sekitar 10 pohon dulu yang akan ditanam. Nanti kita jaga dan pelihara bersama, lalu tahun depan bisa dilihat bagaimana pertumbuhannya,” ujarnya.

Menurut Yudha, penanaman pohon menjadi penting mengingat keberadaan vegetasi di Pulau Maratua memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem, habitat satwa, hingga kualitas lingkungan.

Ia mengaku sempat melihat adanya aktivitas penebangan pohon saat berada di Maratua. Kondisi itu membuatnya khawatir terhadap dampak yang bisa ditimbulkan apabila penebangan dilakukan tanpa memperhatikan aspek lingkungan.

Baca Juga  Penghargaan Bergengsi IJGlobal Awards 2023: RDMP Balikpapan Raih Asia Pacific Deal of The Year

“Saya sempat melihat ada penumpukan kayu dan seperti ada aktivitas penebangan. Kalau pohon-pohon tua terus ditebang, tentu ini berbahaya bagi keberlanjutan pulau. Pohon-pohon itu yang menjaga kehidupan habitat, ekologi, dan ekosistem di sana,” katanya.

Karena itu, pihaknya ingin menjadikan kegiatan penanaman pohon sebagai salah satu pesan utama dalam pelaksanaan M2F. Ia berharap setiap kegiatan atau event yang digelar di Maratua ke depan juga dapat disertai aksi penghijauan sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Pemkab Maksimalkan Potensi Kampung Nelayan Merah Putih

“Ini menjadi simbol bahwa menanam pohon juga bagian penting untuk menyelamatkan dan menjaga keberlanjutan Maratua,” ucapnya.

Terkait jenis pohon yang akan ditanam, Yudha mengatakan masih akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kampung setempat untuk menentukan lokasi serta jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan Pulau Maratua.

“Nanti kami koordinasikan dengan camat dan kepala kampung terkait lahan yang bisa digunakan. Tujuannya supaya Maratua semakin hijau, tetap segar, dan kekuatan alamnya tetap terjaga,” pungkasnya.(Cha)