Siapkan Rumah Produksi, Liberika Berau Diyakini Mampu Bersaing di Pasar Dunia
Tanjung Redeb – Potensi kopi Liberika di Kabupaten Berau terus mendapat perhatian. Sekolah Tani Indonesia (STI) bahkan menyiapkan rumah sekolah sekaligus rumah produksi sebagai pusat pembelajaran pengolahan pascapanen kopi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual Liberika lokal.
Fathoni Saputra dari Sekolah Tani Indonesia mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Nantinya, lokasi itu akan menjadi tempat pelatihan bagi petani untuk mempelajari berbagai teknik pengolahan kopi setelah panen.
“Insyaallah bulan depan rumah sekolah sekaligus rumah produksi sudah berdiri. Di sana kita akan mempelajari teknik pascapanen,” ujarnya.
Menurut Fathoni, saat ini pengolahan kopi Liberika di Berau masih terbatas pada dua metode, yakni honey dan natural. Ke depan, STI berencana memperkenalkan berbagai teknik pengolahan lainnya, seperti juice process, anaerobic, cascara, hingga metode lain yang dapat menghasilkan cita rasa kopi yang lebih beragam.
Ia menilai penguasaan teknik pascapanen menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas kopi sekaligus memperluas peluang pasar bagi petani.
Fathoni juga optimistis Liberika Berau memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan kopi dari berbagai daerah bahkan tingkat internasional. Keyakinan tersebut didasarkan pada hasil kunjungan dan riset yang dilakukan tim STI sejak Desember 2025.
“Kami sudah datang ke sini pada Desember 2025 dan mencicipi kopi dari Pak Ari. Kami juga melakukan riset di Bandung dan meyakini kualitas rasanya sudah sangat baik. Menurut saya, kopi Liberika Berau sudah layak disandingkan dengan kopi-kopi dunia,” katanya.
Dengan hadirnya rumah sekolah dan rumah produksi tersebut, diharapkan kemampuan petani dalam mengolah kopi semakin meningkat sehingga Liberika Berau memiliki nilai tambah, kualitas yang lebih konsisten, dan daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun internasional.(Cha)











