Dumaring Disiapkan Jadi Percontohan Kampung Adat di Berau
Tanjung Redeb – Kampung Dumaring di Kabupaten Berau tengah dipersiapkan menjadi percontohan pengembangan kampung adat. Saat ini, proses pengusulan masih berada pada tahap penyusunan rencana anggaran pemetaan wilayah adat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu, mengatakan Dumaring dinilai memiliki peluang besar karena mendapat pendampingan dari pihak perusahaan melalui kemitraan bersama Aksenta.
Menurutnya, pendampingan tersebut juga telah melibatkan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Sekarang masih tahap penyusunan RAP untuk pembiayaan pemetaan karena wilayahnya cukup luas. Pemetaan ini membutuhkan biaya besar dan melibatkan BPN,” ujarnya.
Tentram menjelaskan, proses pemetaan menjadi tahapan penting sebelum pengakuan wilayah adat diajukan secara resmi. Pemerintah daerah tidak ingin terjadi kesalahan dalam penetapan batas wilayah yang nantinya dapat menimbulkan persoalan dengan pihak lain, termasuk perusahaan pemegang konsesi.
“Kalau pengakuan diajukan sementara wilayah adatnya belum jelas, itu bisa menimbulkan masalah. Semua harus dibuktikan secara detail,” katanya.
Ia menyebut, luas wilayah adat yang diusulkan nantinya masih bisa berubah setelah proses verifikasi dan pemetaan dilakukan. Namun biasanya luas wilayah mengalami pengurangan dibanding klaim awal masyarakat.
Selain kesiapan administratif, Dumaring juga dinilai memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan kampung adat berbasis ekonomi masyarakat.
Tentram menyebut kampung tersebut sudah memiliki kegiatan pertanian seperti penanaman padi, potensi wisata susur sungai, kawasan mangrove, hingga produk gula aren.
“Peluang usahanya banyak, bukan hanya wisata. Ini bisa menjadi model yang bagus untuk kampung lain di Berau,” tutupnya. (Cha)











