banner dprd berau

DPRD Dorong Kampung di Berau Lebih Inovatif, Tak Sekadar Jalankan Rutinitas

Tanjung Redeb – DPRD Kabupaten Berau mendorong pemerintah kampung untuk lebih progresif dalam membangun wilayahnya dengan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menegaskan bahwa kepala kampung memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perubahan, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Karena itu, ia menilai pola kerja yang hanya bersifat administratif dan rutinitas perlu ditingkatkan dengan langkah-langkah kreatif yang mampu menjawab kebutuhan warga.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Inovasi Tata Kelola Pemerintahan di Tengah Efisiensi Anggaran

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kekuatan pembangunan di tingkat kampung. Ia pun mengingatkan agar para kepala kampung mampu membaca potensi lokal dan mengembangkannya menjadi program unggulan.

“Setiap kampung harus berani berinovasi dan tidak hanya menjalankan program yang itu-itu saja,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar tersebut juga menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Peningkatan ekonomi masyarakat, pelayanan administrasi yang cepat, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel juga menjadi faktor penting.

Baca Juga  Tilang Elektronik Handheld Resmi Berlaku, Pelanggaran Langsung Tercapture

Selain itu, aparatur kampung didorong untuk meningkatkan profesionalitas, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan pemanfaatan sistem digital. Hal ini dinilai penting untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Subroto juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah kampung dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau. Kolaborasi ini diperlukan agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta potensi masing-masing wilayah.

Baca Juga  BUMK Berau Promosikan Produk Unggulan di Bumdes Expo 2024

Ia optimistis, jika setiap kampung mampu menghadirkan minimal satu inovasi unggulan baik berupa produk lokal, pengembangan wisata desa, maupun digitalisasi layanan maka dampaknya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ke depan, kami ingin setiap kampung punya identitas dan inovasi yang bisa dibanggakan,” tutupnya. (Cha/ADV)