Imbauan Menteri Disambut Positif, Siswa Didorong Aktif dan Hemat Energi
Tanjung Redeb – Imbauan Abdul Mu’ti agar siswa berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah jika jarak rumah dekat mendapat respons positif dari daerah. Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya mendukung penghematan energi, tetapi juga berdampak baik bagi kesehatan pelajar.
Imbauan itu sebelumnya disampaikan Abdul Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (30/3/2026). Ia mendorong siswa yang tinggal dekat sekolah untuk membiasakan berjalan kaki atau bersepeda, selama kondisi aman dan nyaman.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut. Ia menilai kebiasaan berjalan kaki dan bersepeda memiliki banyak manfaat, terutama bagi kesehatan anak-anak.
“Menurut saya bagus, karena selain menghemat energi juga sekaligus olahraga. Bersepeda juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor,” ujarnya.
Sutami juga menyoroti fenomena pelajar yang sudah menggunakan kendaraan bermotor sejak usia dini. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit siswa sekolah dasar yang sudah mengendarai sepeda motor, yang tentu berisiko bagi keselamatan.
Ia menilai, di tengah kondisi ekonomi dan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kebiasaan menggunakan sepeda atau berjalan kaki menjadi solusi yang lebih bijak.
“Saya khawatir kalau BBM naik akan sulit turun kembali. Kalau itu terjadi, pengeluaran masyarakat untuk bahan bakar akan semakin besar. Jadi kalau bisa, bukan hanya SD dan SMP, tapi SMA juga dianjurkan bersepeda,” tambahnya.
Meski demikian, Sutami tidak melarang orang tua yang masih mampu untuk mengantar anaknya ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor. Namun, ia menekankan pentingnya menyesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing keluarga.
Terkait aspek keselamatan, Sutami berharap ada dukungan dari instansi terkait, termasuk pihak kepolisian, untuk membantu pengawasan di jalan, terutama di titik-titik rawan penyeberangan siswa.
“Kalau soal keamanan, itu nanti bisa didukung oleh instansi terkait dan kepolisian. Yang penting komunikasi dan pengaturannya jelas,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, di wilayah kampung, budaya bersepeda sebenarnya masih cukup kuat dan bisa terus didorong sebagai kebiasaan positif di kalangan pelajar.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, DPRD Berau berharap imbauan ini dapat diterapkan secara bertahap dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan siswa. (Cha/ADV)











