banner dprd berau

Keluhan Warga Kampung Menggunung, DPRD Minta Aksi Nyata 2027

Tanjung Redeb – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto, menyoroti belum meratanya pembangunan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan kampung. Ia meminta agar pemerintah daerah memprioritaskan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok pada tahun anggaran 2027 mendatang.

Menurutnya, kondisi jalan di sejumlah kampung masih memprihatinkan. Ia mengaku kerap menerima laporan dari masyarakat terkait kerusakan jalan yang belum tersentuh perbaikan. Sementara di wilayah perkotaan, masyarakat sudah menikmati infrastruktur yang lebih layak.

Baca Juga  Penerapan BLUD pada Puskesmas di Berau Berpotensi Tak Jangkau Semua Wilayah

“Kalau bisa di 2027 kita fokus ke kampung. Di kota sudah cukup baik, tapi di kampung masih banyak jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Tabalar, khususnya akses jalan dari jembatan menuju kawasan permukiman nelayan yang mengalami kerusakan parah. Padahal, wilayah tersebut dihuni banyak warga yang bergantung pada akses tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  DPRD Berau Dukung Penuh Program "Nol Anak Tidak Sekolah" Guna Atasi Anak Putus Sekolah

Selain itu, Dedy juga menyoroti sejumlah titik lain yang perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya kawasan poros pegat bukur yang mencakup tiga kampung dengan kondisi rawan tanah longsor, serta Jembatan Segah yang dinilai sudah membahayakan keselamatan masyarakat.

Ia menegaskan, jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko lebih besar bagi warga. Karena itu, ia mendorong Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengalokasikan anggaran perbaikan pada tahun 2027.

Baca Juga  Seluruh OPD Diharapkan Bupati Mulai Gunakan ETPD Tahun Ini

“Pemerataan pembangunan ini penting agar masyarakat di kampung juga merasakan kehadiran pemerintah,” pungkasnya. (Cha/ADV)