banner dprd berau

DPRD Berau Minta Pemda Perketat Pengawasan LPG Jelang Lebaran

Berau – DPRD Berau secara resmi meminta Pemerintah Daerah untuk memperketat barikade pengawasan terhadap jalur distribusi LPG di seluruh pelosok Bumi Batiwakkal menjelang Hari Raya Idulfitri. Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menegaskan bahwa langkah antisipatif ini sangat krusial guna membendung potensi kelangkaan serta lonjakan harga yang sering kali mencekik masyarakat saat permintaan energi domestik mencapai puncaknya. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam memastikan rantai pasok energi tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan warga.

Baca Juga  Portal dan Tarif Non-Tunai Dikeluhkan, DPRD Berau Tegaskan Retribusi Pasar Wajib Berlaku

​“Ini yang harus kita lihat di lapangan. Apakah memang distribusinya lambat atau ada permainan oknum. OPD terkait harus segera turun untuk mengecek kondisi sebenarnya guna memetakan akar permasalahan yang terjadi di pasar,” ujar Subroto.

​DPRD Berau berkomitmen untuk mengawal persoalan ini melalui pemantauan langsung ke titik-titik krusial guna mendeteksi apakah kendala yang muncul bersumber dari hambatan logistik atau adanya praktik spekulan di tingkat agen maupun pengecer.

Baca Juga  Pemkab Berau Ajukan Raperda Ketahanan Pangan

Selain itu, koordinasi intensif dengan pihak Pertamina terus ditingkatkan untuk menjamin ketersediaan kuota gas selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri mendatang. Jika ditemukan adanya sumbatan informasi atau ketidakpastian stok, pihak legislatif tidak akan segan untuk memanggil manajemen otoritas migas tersebut dalam forum rapat dengar pendapat.

​“Kalau sudah ada indikasi penimbunan, itu sudah masuk ranah pidana. Pemerintah daerah harus bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak tegas para pelaku agar muncul efek jera yang nyata,” tambahnya.

Baca Juga  KPU Berau Akan Gelar PSU di 4 TPS, Ini Alasannya

​Ketersediaan LPG dipandang bukan sekadar urusan teknis, melainkan menyangkut ketenangan batin masyarakat dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari kemenangan. Dengan pengawasan yang berlapis dan tindakan represif terhadap pelanggar aturan, diharapkan krisis energi tahunan dapat diminimalisir sehingga masyarakat Berau dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa dihantui kekhawatiran akan hilangnya tabung gas di pasaran. (Cha/Adv)