Dedy Okto Dorong Penataan Halaman Kesultanan Gunung Tabur
Gunung Tabur – Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto, mendorong agar penataan kawasan Kesultanan Gunung Tabur tidak berhenti pada rehabilitasi atap dan pengecatan bangunan semata. Perlu juga diperhatikan aspek drainase air hujan serta penyediaan area parkir yang memadai untuk kenyamanan pengunjung.
Ia berharap, pada tahun anggaran mendatang, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk pembenahan halaman dan pagar kawasan tersebut. Pagar yang akan dibangun diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga memiliki ornamen khas budaya Berau yang memperkuat identitas kawasan.
Menurutnya, Gunung Tabur memiliki nilai sejarah sekaligus potensi wisata yang besar bagi Kabupaten Berau. Setiap sudut kawasan menyimpan cerita panjang tentang perkembangan kesultanan yang pernah berdiri kokoh di daerah ini.
Karena itu, penataan yang menyeluruh dinilai penting agar kawasan tersebut semakin representatif sebagai ikon wisata daerah. Di samping pembenahan fisik, juga perlu disiapkan panduan informasi yang jelas mengenai sejarah dan makna setiap bagian bangunan.
“Bagian depan sudah terlihat bagus dan tertata. Tinggal bagaimana halaman dan pagarnya juga diperhatikan, supaya tampilannya semakin rapi dan menarik,” ujarnya. Halaman bisa dilengkapi dengan taman kecil berisi tanaman lokal serta area istirahat yang dilengkapi dengan bangku yang nyaman.
Dedy menilai, perbaikan fisik yang lebih komprehensif akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berkunjung. Selain itu, keamanan kawasan juga perlu ditingkatkan dengan menyediakan petugas pengawal dan kamera pemantauan yang memadai.
Tidak hanya sekadar melihat bangunan bersejarah, pengunjung juga dapat menikmati suasana yang tertata, aman, dan nyaman. Bahkan bisa menjadi tempat yang tepat untuk kegiatan edukasi sejarah bagi siswa-siswa sekolah di seluruh Kabupaten Berau.
Ia menegaskan, pengembangan kawasan Kesultanan Gunung Tabur harus dipandang sebagai investasi jangka panjang di sektor pariwisata. Dengan mengelolanya secara profesional, kawasan ini bisa menjadi daya tarik utama yang bersaing dengan destinasi wisata sejarah lainnya di Kalimantan.
Dengan penataan yang baik, kawasan tersebut diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Termasuk wisatawan yang berkunjung ke IKN yang berada tidak jauh dari Berau.
“Harapannya, masyarakat merasa lebih santai dan nyaman ketika datang berkunjung. Kalau kawasan ini semakin dikenal, tentu dampaknya juga akan positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya. Pedagang lokal bisa menjajakan produk khas dan makanan tradisional di area yang telah ditentukan khusus.
DPRD pun mendorong agar rencana penataan tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan tahun depan, sehingga ikon sejarah dan budaya Berau itu semakin berkembang dan membanggakan. (Cha/ADV)











