banner dprd berau

Goa Bloyot Jadi Tema Berau Expo, Angkat Warisan Prasejarah Merabu

TANJUNG REDEB – Lukisan dan cap tangan manusia purba berusia puluhan ribu tahun menjadi salah satu kekayaan sejarah yang dimiliki Kabupaten Berau. Warisan prasejarah yang berada di Goa Bloyot, Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, itu diangkat sebagai tema dalam Berau Expo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pemilihan Goa Bloyot merupakan bagian dari upaya memperkenalkan potensi warisan bumi Berau sekaligus mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bersama Kabupaten Kutai Timur.

Baca Juga  200 Truk Ancam Demo, DPRD Berau Desak Penyederhanaan Izin Galian ke Provinsi

Menurutnya, Goa Bloyot menjadi salah satu situs penting yang masuk dalam kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Keberadaan lukisan atau cap tangan di dalam gua menjadi daya tarik tersendiri karena menyimpan jejak kehidupan manusia pada masa lampau.

“Goa Bloyot ini memiliki ciri khas tersendiri, baik di Indonesia maupun dunia. Di dalamnya terdapat lukisan atau cap tangan yang diperkirakan berusia sekitar 35.000 hingga 40.000 tahun,” ungkap Yudha.

Baca Juga  Capaian BLUD Baru 35 Persen, Pemkab Evaluasi 12 Puskesmas

Keunikan tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk memperkenalkan Berau tidak hanya sebagai daerah tujuan wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya bernilai tinggi.

Melalui tema Goa Bloyot, Disbudpar Berau ingin mengenalkan lebih luas keberadaan situs prasejarah di Kampung Merabu kepada masyarakat. Sekaligus memperkuat pengenalan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang mencakup wilayah Berau dan Kutai Timur.

Baca Juga  Fokus Penurunan, Bupati Minta Gencarkan Rembuk Stunting

Pengangkatan Goa Bloyot dalam Berau Expo juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa potensi wisata Berau tidak terbatas pada pantai dan pulau-pulau unggulan. Kawasan pedalaman turut menyimpan daya tarik yang berkaitan dengan sejarah panjang kehidupan manusia.

Yudha berharap, kekayaan tersebut semakin dikenal masyarakat luas sehingga warisan prasejarah Berau mendapat perhatian sebagai bagian penting dari identitas dan potensi pariwisata daerah.(Cha)