M2F 2026 Andalkan Artis untuk Promosi Wisata
Tanjung Redeb – Maratua Musik Festival (M2F) 2026 dipastikan berlangsung meriah selama lima hari penuh dengan rangkaian kegiatan budaya, seni, lingkungan, hingga hiburan musik yang melibatkan artis nasional dan talenta lokal.
Penyelenggara EO Mata Sanggam, Morten, mengatakan konsep M2F tahun ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata Kabupaten Berau, khususnya Pulau Maratua.
“Yang paling utama adalah promosi wisatanya. Musik ini sebenarnya pelengkap dari konsep yang sudah disusun Dinas Pariwisata. Tujuan utamanya bagaimana wisata Berau semakin dikenal luas,” ujarnya.
Selama lima hari pelaksanaan, berbagai kegiatan akan digelar sejak siang hingga malam hari tanpa jeda. Pada hari pertama, masyarakat akan disuguhkan pelatihan kulintang bertema Dayak Kayaan-Maratua, pembukaan bazar UMKM, festival budaya, hingga ritual adat tolak bala yang masih dikoordinasikan dengan tokoh adat Bajau setempat.
Bazar UMKM akan melibatkan pelaku usaha dari 13 kecamatan, resort-resort di Maratua, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta pengrajin lokal.
Selain itu, panitia juga menyiapkan lomba karaoke bertajuk “Maratua Magdendang” yang dikhususkan bagi masyarakat Maratua. Dalam bahasa Bajau, magdendang berarti bernyanyi.
“Jadi kami ingin masyarakat lokal juga menjadi bagian dari kemeriahan festival ini,” katanya.
Memasuki hari ketiga, panggung hiburan akan diisi penampilan band lokal Maratua, Gastik, serta pertunjukan musik sape yang mewakili kekayaan budaya Dayak.
Menurut Morten, penampilan musik sape sengaja dimasukkan agar wisatawan yang datang dapat melihat keberagaman budaya yang dimiliki Berau.
“Selama tiga hari kita tampilkan budaya Bajau, lalu kita perkenalkan juga bahwa Berau memiliki budaya Dayak dan Banua yang juga sangat kaya,” jelasnya.
Sementara itu, pada hari keempat, para artis nasional yang diundang akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata melalui kegiatan island hopping untuk kebutuhan promosi daerah.
Panitia menargetkan para artis tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga turut membuat konten promosi wisata Berau yang nantinya disebarluaskan melalui media sosial masing-masing.
“Kami memilih artis yang memang bersedia membantu mempromosikan wisata Berau. Mereka mau ikut berenang, panas-panasan, dan membuat video promosi destinasi wisata kita,” ungkapnya.
Di hari yang sama, juga akan dilaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai, penanaman pohon, serta pelepasan tukik sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.
Pada malam harinya, penyanyi Arvian Dwi dijadwalkan menjadi penampil utama.
Sedangkan pada puncak festival hari kelima, penyanyi Stevan Pasaribu akan menghibur pengunjung bersama sejumlah penampil lokal.
Morten berharap rangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur musik, budaya, ekonomi kreatif, dan promosi wisata tersebut mampu meningkatkan daya tarik Maratua sebagai destinasi unggulan nasional.
“Local pride tetap harus muncul. Kita melibatkan talenta-talenta lokal Maratua, menampilkan budaya daerah, sekaligus memperkuat promosi wisata agar gaung Maratua Musik Festival semakin luas,” pungkasnya.(Cha)











