Penumpang Terlantar di Kalimarau, Penerbangan Sriwijaya Air Batal Mendadak
Tanjung Redeb – Ratusan penumpang maskapai Sriwijaya Air gagal berangkat dari Bandara Kalimarau menuju Balikpapan pada Selasa (5/5/2026), setelah penerbangan dibatalkan akibat gangguan teknis pesawat.
Pembatalan tersebut memicu kekecewaan penumpang karena minimnya kepastian jadwal sejak siang hingga malam hari. Sejumlah penumpang mengaku telah menerima informasi penundaan sejak awal, namun tidak mendapatkan kejelasan hingga menjelang tengah malam.
Salah satu penumpang, Wito, mengatakan ketidakpastian tersebut berdampak langsung pada rencana pribadinya yang mendesak. Ia seharusnya terbang untuk menjenguk anaknya yang sedang sakit di Balikpapan.
“Sejak siang sudah ada pemberitahuan delay, tapi sampai malam tidak ada kejelasan. Seharusnya bisa diantisipasi lebih awal kalau memang tidak bisa terbang,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Yoseph, yang berencana melakukan pemeriksaan kesehatan di Balikpapan. Agenda berobat yang telah dijadwalkan terpaksa ditunda akibat pembatalan penerbangan tersebut.
“Kami sudah atur jadwal pemeriksaan dokter. Dengan kondisi seperti ini, terpaksa harus dijadwalkan ulang,” ungkap pihak keluarga Yoseph.
Penumpang lainnya, Rizki Zulfiandi, menilai penanganan dari pihak maskapai belum maksimal. Meskipun telah diberikan kompensasi berupa uang penginapan sebesar Rp300 ribu dan opsi pengembalian tiket, menurutnya kerugian yang dialami penumpang tidak sepenuhnya teratasi.
“Reschedule memang ada, tapi kami khawatir terjadi penundaan lagi. Banyak juga yang punya penerbangan lanjutan, itu bisa hangus,” katanya.
Hingga pukul 23.00 WITA, masih terdapat penumpang yang bertahan di bandara menunggu kepastian. Pihak maskapai kemudian memastikan pembatalan penerbangan disebabkan kerusakan mesin pesawat yang membutuhkan penggantian suku cadang.
Sebagian penumpang memilih menjadwalkan ulang penerbangan ke hari berikutnya, sementara lainnya memutuskan membatalkan perjalanan dan mencari alternatif transportasi darat menuju Balikpapan karena keperluan mendesak.
Kepala BLU UPBU Bandara Kalimarau, Patah Atabri, membenarkan adanya gangguan teknis pada pesawat Sriwijaya Air yang menyebabkan pembatalan penerbangan.
“Ada gangguan teknis sehingga penerbangan dibatalkan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi. (Cha)











