banner dprd berau

Dua SMA Negeri Baru Disiapkan di Segah dan Tabalar, Akses Pendidikan Diperluas

Tanjung Redeb – Pemerataan akses pendidikan di wilayah pedalaman Kabupaten Berau terus didorong. Pemerintah berencana membangun dua sekolah menengah atas (SMA) negeri baru yang berlokasi di Kecamatan Segah dan Tabalar.

Kehadiran SMA Negeri 16 di Segah dan SMA Negeri 17 di Tabalar diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses pendidikan lanjutan yang selama ini dihadapi lulusan SMP di kedua wilayah tersebut. Jarak tempuh yang jauh menuju sekolah kerap menjadi kendala utama, bahkan berkontribusi pada rendahnya angka melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA negeri.

Baca Juga  DPRD Berau, Perbaikan Jalan Poros Berau-Samarinda Jadi Prioritas Utama Pembangunan Daerah

Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Berau, Ahmadong, mengungkapkan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan fokus awal pada fasilitas dasar.

“Kami melihat potensi lulusan di sekitar sana. Untuk tahap awal, kami coba maksimalkan satu lokal dulu sambil melihat perkembangan ke depan,” ujarnya, Selasa (5/5).

Pada tahap awal, masing-masing sekolah direncanakan memiliki dua ruang kelas dengan kapasitas sekitar 72 siswa. Selain ruang belajar, fasilitas penunjang seperti ruang kepala sekolah dan tata usaha juga akan disiapkan guna mendukung operasional awal.

Baca Juga  Dari Jalan hingga Sinyal, Batu Putih Siap Jadi Etalase Wisata Pesisir Berau

Ia menambahkan, tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan verifikasi dan validasi terhadap lokasi yang diusulkan. Hasil peninjauan tersebut menjadi acuan dalam menentukan kelayakan pembangunan di dua titik tersebut.

Meski demikian, Ahmadong menegaskan bahwa realisasi pembangunan masih menunggu kejelasan status lahan. Legalitas lahan menjadi faktor krusial sebelum proyek dapat dimulai.

“Kalau persoalan lahannya sudah tuntas, kami dorong bisa mulai tahun ini. Paling lambat melalui skema anggaran 2027,” tegasnya.

Untuk mendukung operasional awal, kebutuhan tenaga pengajar akan dipenuhi melalui skema sementara dengan memanfaatkan guru dari SMA terdekat yang masih kekurangan jam mengajar. Sementara itu, posisi kepala sekolah akan diisi oleh pelaksana tugas hingga struktur manajemen sekolah terbentuk secara definitif.

Baca Juga  Bupati Sri Juniarsih Lantik 1.462 PPPK, Dorong Profesionalisme dan Loyalitas ASN

Pembangunan dua SMA ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

“Harapannya, dengan adanya dua sekolah baru ini anak-anak tidak lagi terpaksa berhenti sekolah cuma karena masalah jarak saja,” pungkasnya. (Cha)