banner dprd berau

Minat Jadi Kepala Kampung Masih Tinggi Meski Masa Jabatan Singkat

Tanjung Redeb – Antusiasme masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai kepala kampung di Kabupaten Berau tetap tinggi, meskipun masa jabatan yang tersedia melalui mekanisme pengganti antar waktu (PAW) tergolong singkat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu, mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah pendaftar di beberapa kampung cukup banyak. Bahkan, di sejumlah wilayah jumlah calon sudah melebihi dua orang.

“Untuk Tasuk ada tiga orang, sementara di Sebebanir Bangun sudah empat orang. Ini menunjukkan masyarakat cukup bagus,” ujarnya.

Baca Juga  200 Truk Ancam Demo, DPRD Berau Desak Penyederhanaan Izin Galian ke Provinsi

Tingginya minat ini terbilang menarik, mengingat masa jabatan kepala kampung PAW yang diperebutkan hanya berkisar antara 1,5 hingga 3,5 tahun. Meski demikian, masa jabatan tersebut tetap dihitung sebagai satu periode penuh.

Artinya, kandidat yang terpilih nantinya tetap dianggap telah menjalani satu periode jabatan, sesuai ketentuan terbaru yang membatasi masa jabatan kepala kampung maksimal dua periode dengan durasi delapan tahun per periode.

Baca Juga  Proyek RDMP Balikpapan, Membangun Legacy Pertamina

Kondisi ini membuat para calon harus mempertimbangkan secara matang langkah politiknya. Pasalnya, jika terpilih dalam PAW, kesempatan untuk kembali mencalonkan diri hanya tersisa satu kali lagi.

Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan hal tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat untuk ikut berkompetisi. Bahkan, di beberapa kampung, potensi seleksi tambahan seperti ujian tertulis kemungkinan akan diterapkan jika jumlah calon melebihi batas maksimal.

Di sisi lain, terdapat pula kampung yang masih minim peminat. Jika jumlah calon tidak memenuhi syarat, masa pendaftaran dapat diperpanjang. Bahkan, dalam kondisi tertentu, jabatan penjabat (PJ) kepala kampung bisa saja dilanjutkan sementara waktu.

Baca Juga  Sutami Serukan Perbaiki Kinerja BUMD, Harap Jadi Kebanggaan Daerah

Tentram menilai, tingginya partisipasi ini menjadi sinyal positif bagi dinamika demokrasi di tingkat kampung. Ia berharap proses PAW dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu melanjutkan pembangunan di kampung masing-masing.

“Yang jelas kita lihat animonya cukup baik. Ini tentu menjadi hal positif untuk keberlanjutan pemerintahan kampung,” tutupnya. (Cha)