banner dprd berau

Sekolah Kebanjiran, Jalan Tani Jadi Harapan Warga

Gunung Tabur – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Feri Kombong, kembali menyoroti sejumlah persoalan di sektor pendidikan dan infrastruktur dasar yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kondisi sekolah di Kampung Tasuk. Ia menyebut, halaman sekolah kerap tergenang air saat hujan turun, sehingga siswa tidak dapat melaksanakan apel pagi. Bahkan, kondisi becek dan berlumpur membuat aktivitas belajar terganggu. Selain itu, drainase yang tidak berfungsi optimal dipercaya menjadi penyebab utama genangan yang sulit surut dalam waktu lama.

Baca Juga  Sutami Dukung Film Raja Alam, Dorong Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional

“Kalau hujan, anak-anak tidak bisa apel karena sepatunya berlumpur semua. Bahkan bisa sampai banjir. Ini tentu perlu perhatian,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung kualitas bangunan sekolah, khususnya pada bagian pintu yang disebut menggunakan material plywood tipis dengan rangka serupa. Kondisi tersebut dinilai tidak kokoh dan mudah rusak. Namun demikian, ia mengapresiasi penjelasan Kepala Dinas Pendidikan yang menyebut kualitas pembangunan saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ia menambahkan bahwa perlu ada pemantauan berkala untuk memastikan daya tahan infrastruktur pendidikan.

Baca Juga  Wujudkan Indonesia Asri, Polres Berau beserta Jajaran Gelar Kerja Bakti Serentak

Tak hanya sektor pendidikan, Feri juga mendorong pemerintah daerah agar memprioritaskan pembangunan jalan usaha tani. Menurutnya, akses yang memadai akan sangat membantu masyarakat dalam mengelola kebun serta mendistribusikan hasil pertanian. Beberapa desa di wilayah pedalaman bahkan masih mengandalkan jalan tanah yang menjadi sangat licin dan tidak dapat dilewati saat musim hujan.

Baca Juga  Politik untuk Semua: Menginspirasi Generasi Muda Berau untuk Terlibat Aktif

“Kalau jalan usaha tani bagus, masyarakat lebih mudah berkebun dan ini tentu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi,” tambahnya.

Ia berharap berbagai usulan tersebut dapat menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah, demi mendorong pemerataan fasilitas pendidikan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kampung. (Cha/ADV)