Dorong Kesejahteraan Petani, Disbun Kaltim Gelar Seminar Pengembangan Kawasan Komoditas Perkebunan Berbasis Korporasi

Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal.

SAMARINDA – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan Seminar Awal Kajian Pengembangan Kawasan Komoditas Perkebunan Berbasis Korporasi Petani di Ruang Rapat Havea, Kanjtor Dinas Perkebunan Kaltim, pada Kamis (6/6).

Seminar ini bertujuan untuk memajukan sektor perkebunan di Kaltim melalui pendekatan korporasi petani, yang sejalan dengan amanat Permentan Nomor 18 Tahun 2018 dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

“Melalui korporasi petani, diharapkan pengelolaan rantai bisnis pertanian menjadi lebih profesional, sehingga kesejahteraan petani dapat tercapai secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal.

Baca Juga  Pranata Humas Kaltim Tingkatkan Profesionalisme dan Inovasi dengan SIMPHONI

Seminar ini juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dan praktik berkelanjutan dalam pengembangan perkebunan. Rizal menambahkan, penggunaan metode budidaya ramah lingkungan dan pemanfaatan limbah menjadi bioenergi merupakan langkah krusial untuk mewujudkan industri perkebunan yang tak hanya menguntungkan, tetapi juga berkelanjutan.

Kabupaten Paser menjadi contoh daerah yang telah menginisiasi konsep ini dengan membangun pabrik mini untuk hilirisasi kelapa sawit.

Baca Juga  Doa Bersama Sosialisasi TA Revamp, KPI Balikpapan Bagikan 450 Paket Sembako dan Bantuan 25 Juta ke Rumah Ibadah

Kajian ini bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi potensi dan masalah agribisnis komoditas kelapa sawit rakyat
  • Menganalisis kelayakan bisnis industri kelapa sawit skala kecil
  • Memperkuat kelembagaan petani dalam mengakses informasi dan teknologi
Baca Juga  2024 Ini Dua Investor Asing Akan Turut Membangun IKN

Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi program strategis yang mendukung pengembangan industri kelapa sawit secara terarah, terpadu, dan terukur, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

Dengan demikian, pengembangan kawasan perkebunan yang berkelanjutan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan petani di Kalimantan Timur.

Seminar ini dihadiri oleh eselon III & IV, Pejabat Fungsional Penyetaraan serta PKSERP Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini