banner dprd berau

Akses Dermaga Teluk Sulaiman Dibatasi Selama Enam Bulan Pemeliharaan

BERAU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau mengonfirmasi bahwa pembangunan Dermaga Teluk Sulaiman di Kecamatan Biduk-Biduk kini telah memasuki tahap pemeliharaan. Selama proses ini berlangsung, akses bagi kapal-kapal berukuran besar dibatasi untuk menjaga integritas struktur bangunan yang baru selesai dikerjakan.

​Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, menyatakan bahwa pembatasan ini merupakan prosedur standar pasca-konstruksi. Meskipun akses dibatasi, ia memastikan denyut aktivitas di sekitar area dermaga tidak berhenti total.

Andi menjelaskan bahwa masa pemeliharaan untuk bangunan baru ini akan memakan waktu selama enam bulan ke depan. Hal ini dilakukan guna memastikan dermaga pengumpan lokal tersebut siap menahan beban sesuai kapasitas desainnya.

Baca Juga  UMK Berau Naik 7,59 Persen Menjadi Rp 4,39 Juta

​”Untuk bangunan baru, masa pemeliharaannya enam bulan. Dermaga pengumpan lokal ini memiliki kapasitas kapal hingga 1.000 DWT dengan kedalaman maksimal -5 meter,” jelas Andi kepada awak media.

​Sebagai solusi atas pembatasan tersebut, Dishub Berau telah menyiapkan jalur alternatif bagi kapal-kapal yang ingin bersandar di wilayah Biduk-Biduk.

​”Untuk sementara waktu, akses kapal dialihkan ke Dermaga Ulin yang berada tepat di depan kantor kecamatan,” tambahnya.

Baca Juga  Akses Internet Maratua Masih Kurang: Prioritaskan Perbaikan untuk Tumbuhnya Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

​Optimisme tinggi menyelimuti beroperasinya dermaga ini secara penuh di masa depan. Dermaga Teluk Sulaiman diproyeksikan menjadi titik transit utama bagi kapal logistik dan penumpang, khususnya yang datang dari wilayah Jawa dan Sulawesi.

​Hingga saat ini, Andi mengungkapkan bahwa sudah banyak kapal logistik dan pengangkut material yang mengantre dan mengajukan izin sandar. Pihaknya pun terus memperkuat sinergi dengan otoritas pelabuhan dan pemerintah pusat.

Baca Juga  DPRD Berau Perjuangkan Hak Pasien BPJS PBI yang Terbebani Biaya Rujukan

​”Kami terus berkoordinasi aktif dengan KUPP dan Kementerian Perhubungan. Tujuannya agar seluruh prosedur sandar dan perizinan kapal berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Setelah masa pemeliharaan berakhir, Dermaga Teluk Sulaiman diharapkan dapat beroperasi maksimal untuk memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Berau melalui aktivitas bongkar muat barang dan mobilisasi penumpang yang lebih efisien. (*/)