Produk Ikan Kaleng Berau Masih Skala Home Industry, Tuna Jadi Andalan
Tanjung Redeb – Produk olahan ikan kaleng yang dikembangkan Dinas Perikanan Kabupaten Berau hingga kini masih diproduksi dalam skala rumah tangga (home industry). Produksi yang dilakukan pun masih sangat terbatas dan belum dipasarkan secara massal.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengatakan volume produksi saat ini baru sekitar 0,2 persen sehingga masih jauh dari skala industri.
“Pengalengan ini masih kecil saja dulu. Persentasenya sekitar 0,2 persen, jadi belum bersifat masif dan masih skala home industry,” ujarnya.
Meski masih terbatas, produk ikan kaleng Berau sudah sempat diperkenalkan ke masyarakat. Salah satunya dengan membawa sekitar 131 kaleng saat keberangkatan jemaah haji sebagai bentuk promosi produk daerah.
Namun, produk tersebut belum memiliki izin edar BPOM. Karena itu, kemasan yang diproduksi hanya berukuran 100 gram dan masih menggunakan izin kesehatan yang dimiliki.
“Itu belum ada izin BPOM, masih menggunakan izin sehat. Kemasannya juga hanya 100 gram,” jelasnya.
Untuk jenis ikan yang diolah, tuna menjadi komoditas utama yang diprioritaskan. Selain itu, Dinas Perikanan juga telah mengembangkan olahan berbahan dasar kerang dan kepiting.
“Yang diutamakan saat ini ikan tuna,” katanya.
Abdul Majid berharap setelah seluruh proses perizinan selesai, produksi ikan kaleng Berau dapat ditingkatkan sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi sektor perikanan daerah.(Cha)











