banner dprd berau

DLHK Optimistis TPA Pegat Bukur Rampung Tahun Depan

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau masih terus mengupayakan pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pegat Bukur yang diproyeksikan menjadi pengganti TPA Bujangga yang saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan pembangunan TPA Pegat Bukur masih menghadapi kendala berupa kebutuhan tambahan lahan serta pembangunan infrastruktur pendukung.

“Sampai sekarang pengolahan TPA itu masih terkendala masalah lahan dan pembangunan infrastrukturnya. Mudah-mudahan ada pihak ketiga yang bisa membantu karena kemampuan anggaran pemerintah juga terbatas,” katanya.

Baca Juga  UKM Center Dibangun Mulai Tingkat Kecamatan

Ia menyebut kebutuhan lahan TPA Pegat Bukur diperkirakan mencapai lebih dari 10 hektare. Saat ini proses pematangan lahan telah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahap persiapan pembangunan.

Menurut Zulkifli, keberadaan TPA baru sangat dibutuhkan mengingat TPA Bujangga sudah dalam kondisi overload. Meski demikian, pengelolaan di lokasi tersebut kini mulai menggunakan sistem sanitary landfill, sehingga praktik pembuangan terbuka (open dumping) secara bertahap ditinggalkan.

Baca Juga  SILPA BPBD Berau Capai Rp2,5 Miliar, Dipicu Minimnya Bencana di Akhir 2025

“Setiap sampah sekarang ada tahapannya untuk ditutup, jadi tidak lagi open dumping,” ujarnya.

Ia menargetkan pembangunan TPA Pegat Bukur dapat diselesaikan pada tahun depan. Sementara selama proses tersebut berlangsung, operasional TPA Bujangga akan tetap dioptimalkan.

Ke depan, setelah TPA Pegat Bukur beroperasi, aktivitas pembuangan sampah secara bertahap akan dipindahkan dari Bujangga ke lokasi baru. Sedangkan area TPA lama akan ditata melalui sistem penutupan sanitary landfill.

Baca Juga  Abrasi Kepung Kampung Payung-Payung

Zulkifli juga mengajak masyarakat berperan aktif memilah sampah agar volume sampah yang masuk ke TPA semakin berkurang dan memiliki nilai ekonomi melalui proses daur ulang maupun pengolahan lainnya. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan swasta dan masyarakat.(Cha)