Menuju KEN, Dispar Lengkapi Syarat Festival Budaya
Tanjung Redeb – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Berau mulai mempersiapkan Festival Budaya Bekudung Betiung untuk didaftarkan ke Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun event budaya terbaik dari seluruh Indonesia. Pendaftaran KEN dijadwalkan mulai dibuka pada 2 Agustus 2026 untuk kalender event tahun 2027.
Kepala Dinas Pariwisata Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan pihaknya telah mempelajari persyaratan KEN dan menilai Festival Bekudung Betiung memiliki peluang untuk memenuhi kriteria yang ditetapkan.
“Setelah kami nilai, event ini bisa masuk Karisma Event Nusantara. Persyaratannya sudah kami pelajari dan insyaallah dapat terpenuhi,” ujarnya.
Yudha mengatakan, Dispar akan menggelar evaluasi bersama panitia untuk melengkapi seluruh dokumen yang menjadi syarat pendaftaran. Berbagai data harus disiapkan secara rinci, mulai dari jumlah pengunjung, omzet pelaku UMKM, jumlah stan atau kios yang berpartisipasi, hingga dokumentasi seluruh rangkaian kegiatan yang digelar.
“Semua harus dicatat, mulai dari balap perahu, panjat pinang, sumpit, hingga seluruh rangkaian event. Laporan tertulis dan dokumen pendukung itu menjadi syarat utama saat mendaftar,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pendaftaran dilakukan secara daring sehingga seluruh bukti pendukung harus dilengkapi dengan baik. Bahkan, Dispar berencana menggandeng konsultan untuk mendampingi penyusunan dokumen agar peluang lolos seleksi semakin besar.
“Kita harus melengkapi semua bukti dukungnya. Kami juga membutuhkan pendampingan agar proses pendaftaran sesuai ketentuan dan peluang lolos KEN lebih besar,” katanya.
Selain kelengkapan administrasi, Yudha menyebut konsistensi penyelenggaraan festival juga menjadi salah satu poin penting dalam penilaian. Kementerian Pariwisata turut melihat sejauh mana kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, karang taruna, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam menyukseskan sebuah event.
“Yang penting konsisten. Kolaborasi pemerintah dengan masyarakat, dunia usaha, anak muda, dan Pokdarwis juga menjadi bagian dari penilaian KEN,” ungkapnya.
Yudha mengakui seleksi KEN tidak mudah karena diikuti lebih dari 400 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Meski demikian, Dispar tetap optimistis mengikuti seleksi perdana tersebut.
“Kalaupun belum berhasil pada kesempatan pertama, paling tidak kita sudah meletakkan dasar yang kuat. Nanti kita evaluasi apa saja kekurangannya dari Kementerian Pariwisata, kemudian kita lengkapi untuk pengajuan berikutnya. Yang penting sekarang kita mulai dan memenuhi seluruh persyaratan yang diminta,” pungkasnya.
Apabila berhasil lolos, Festival Bekudung Betiung akan menjadi bagian dari agenda nasional Kementerian Pariwisata. Status tersebut diharapkan dapat meningkatkan promosi wisata Berau sekaligus membuka peluang dukungan program dan bantuan dari pemerintah pusat.(Cha)











