banner dprd berau

Usai Diresmikan, SPBUN Maratua Belum Bisa Layani Nelayan

Tanjung Redeb – Program Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) di Kecamatan Pulau Maratua yang diharapkan menjadi solusi kebutuhan energi bagi nelayan dan pelaku usaha wisata, hingga kini belum dapat beroperasi meski telah diresmikan sejak 5 Juni 2026 lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Rusnan Hefni, mengungkapkan bahwa kendala utama masih berada pada proses distribusi bahan bakar dari pihak Pertamina ke fasilitas yang berada di Kampung Payung-Payung tersebut.

Menurutnya, informasi yang diterima dari Pertamina menyebut kapal pengangkut BBM belum dapat bersandar di dermaga yang telah disiapkan untuk menunjang operasional SPBUN.

Baca Juga  Gunung Tabur Prioritaskan Penataan Pedestrian Kawasan Museum

“Informasi dari Pertamina, kapal sandar untuk distribusi BBM itu belum bisa masuk ke dermaga Payung-Payung,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dishub Berau bersama pihak terkait langsung melakukan peninjauan lapangan guna mengetahui penyebab hambatan yang terjadi. Dari hasil pengecekan, ditemukan bahwa masih diperlukan koordinasi dan pengaturan teknis bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Baca Juga  Kelapa Genjah Dinilai Jadi Andalan Baru, DPRD Dorong Disbun Berau Siapkan Program Terarah

Rusnan menjelaskan, operasional kapal distribusi BBM memerlukan aturan dan mekanisme yang jelas agar proses sandar hingga bongkar muat dapat berjalan sesuai ketentuan keselamatan pelayaran.

“Harus ada regulasi dan komunikasi lebih lanjut dengan KSOP. Ini yang sedang dibicarakan agar operasionalnya bisa berjalan,” katanya.

Padahal, kehadiran SPBUN menjadi salah satu program strategis untuk mendukung aktivitas nelayan dan industri pariwisata di Pulau Maratua. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat penyimpanan sekaligus penyaluran BBM yang lebih mudah dijangkau masyarakat kepulauan.

Baca Juga  Rutan Tanjung Redeb Gencar Razia Blok Hunian

Dengan beroperasinya SPBUN, nelayan nantinya tidak perlu lagi mencari pasokan BBM ke luar pulau yang selama ini menyebabkan biaya operasional melaut menjadi lebih tinggi. Selain itu, resort dan pelaku usaha wisata juga diharapkan memperoleh akses energi yang lebih stabil.

Pemerintah daerah berharap persoalan teknis yang masih menghambat operasional dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas yang telah diresmikan tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat Maratua.(Cha)