DPRD Berau: Fasilitas Keselamatan Penyelam Harus Jadi Prioritas
Derawan – Fasilitas Diving Decompression Chamber (DDC) atau ruang hiperbarik di Pulau Derawan hingga saat ini belum dapat beroperasi secara optimal. Kondisi ini memicu desakan dari anggota DPRD Berau, Frans Lewi, yang meminta Pemkab Berau segera menuntaskan masalah ketiadaan operator bersertifikat agar alat medis penunjang keselamatan penyelam tersebut dapat segera difungsikan.
Frans menyoroti ironi keberadaan alat tersebut yang seharusnya menjadi garda terdepan keselamatan penyelam, namun hingga kini belum memberikan manfaat maksimal. Padahal, menurutnya, kehadiran DDC sangat krusial mengingat tingginya aktivitas wisata bahari di Berau.
”Sangat disayangkan alat itu belum juga difungsikan. Padahal fungsinya sangat vital untuk penanganan darurat bagi penyelam,” ujar Frans.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyakit dekompresi akibat aktivitas di laut dalam merupakan risiko nyata yang harus diantisipasi. Tanpa penanganan medis yang tepat melalui ruang hiperbarik, penyelam yang terpapar dekompresi berisiko tinggi mengalami kelumpuhan permanen, bahkan kematian.
”Ini masalah nyawa. Percuma kita punya alat canggih kalau tidak bisa dioperasikan saat dibutuhkan. Ini menyangkut citra pariwisata kita, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” tegasnya.
Frans mendesak dinas terkait untuk tidak menunda lagi proses pengadaan operator bersertifikat dan segera mematangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diperlukan. Baginya, pembenahan sistem keselamatan bukan sekadar pemenuhan fasilitas, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan sektor pariwisata di Berau.
”Keamanan adalah fondasi dari kepercayaan wisatawan. Jika sistem keselamatan kita terjamin dan kuat, para pelancong akan merasa tenang, dan itu secara otomatis akan meningkatkan kunjungan wisata kita di masa depan,” pungkasnya. (Cha/Adv)











