banner dprd berau

DPRD Berau Inginkan Museum Batiwakkal Jadi Wisata Budaya Utama

Berau – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengajak Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk melakukan penataan menyeluruh terhadap Museum Batiwakkal yang berlokasi di Kecamatan Gunung Tabur. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan nilai edukatif dan daya tarik destinasi bersejarah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikannya mengingat Museum Batiwakkal telah tumbuh menjadi salah satu ikon wisata unggulan Berau yang memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten. Menurutnya, potensi wisata budaya yang terkandung dalam museum ini patut didorong agar lebih optimal.

Baca Juga  DPRD Berau Tekankan Pentingnya Pembinaan UMKM Berkelanjutan

Berdasarkan catatan resmi Disbudpar Berau, kontribusi ekonomi dari Museum Batiwakkal setara dengan tiga destinasi wisata utama lainnya di kabupaten, yaitu Kompleks Keraton Sambaliung, Kawasan Air Panas Pemapak Bapinang, dan Wisata Alam Labuan Cermin.

Pada tahun berjalan ini, Dedy yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai NasDem mengungkapkan bahwa Pemkab Berau akan melaksanakan program revitalisasi terhadap museum bersejarah tersebut. Fokus utama pembangunan difokuskan pada renovasi atap yang mengalami kerusakan serta pengecatan ulang seluruh dinding bangunan untuk memulihkan kesan megah bangunan bersejarah.

Baca Juga  Pembangunan Pelabuhan Wisata Pulau Derawan Memasuki Tahap Akhir

“Selain renovasi bangunan utama, sebaiknya penyusunan tata ruang halaman juga dapat dilakukan secara berkesinambungan. Jika tidak dapat direalisasikan tahun ini, maka perlu dijadwalkan sebagai prioritas kerja tahun depan,” terangnya.

Menurut Dedy, pesona Museum Batiwakkal semakin meningkat seiring dengan pembukaan Dermaga Wisata Gunung Tabur yang terletak tepat di depan area museum. Keberadaan dermaga tersebut telah menarik lebih banyak kunjungan baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Oleh karena itu, penataan kawasan sekitar termasuk pengaturan halaman, perbaikan pagar batas, serta pembangunan jalur pejalan kaki yang aman di area depan museum perlu menjadi perhatian serius. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menarik bagi setiap pengunjung yang datang.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Pemkab Perjuangkan Kembali Status Daerah Istimewa

“Kita ingin menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siapa saja yang berkunjung ke sana. Sehingga mereka dapat menikmati keindahan museum sekaligus suasana sekitar dengan tenang,” jelasnya.

Di akhir pembicaraan, ia menyampaikan harapannya agar seluruh sarana dan prasarana yang telah dibangun dapat mendapatkan pemeliharaan yang teratur. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas wisata tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat luas dalam jangka panjang. (Cha/Adv)