Warga Pesisir Berau Terpaksa Berobat Jauh ke Kota Akibat Distribusi Dokter yang Tidak Merata
Tanjung Redeb – Pelayanan kesehatan di wilayah pesisir Kabupaten Berau kini tengah menjadi sorotan tajam akibat krisis tenaga medis yang tak kunjung usai. Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, melontarkan kritik terkait kekosongan tenaga dokter di Puskesmas wilayah pesisir dalam forum Musrenbang RKPD 2027. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena wilayah pesisir merupakan tumpuan utama layanan medis bagi ribuan masyarakat yang menggantungkan harapan pada fasilitas negara tersebut.
Subroto mengungkapkan fakta miris di mana pelayanan di Puskesmas tersebut sempat lumpuh total selama tiga hari tepat saat momen perayaan Lebaran. Masalah utama dipicu oleh pola pergantian dokter berstatus Penugasan Khusus yang durasinya terlalu singkat, yakni hanya berkisar dua hingga tiga bulan, tanpa adanya koordinasi transisi yang matang dari pihak terkait.
”Tiga hari Lebaran pelayanan tidak ada sama sekali. Ini sangat fatal karena dokter yang kemarin sifatnya penugasan khusus itu hanya dua atau tiga bulan sudah diganti, sementara penggantinya belum siap di tempat,” ujar Subroto.
Menyikapi carut-marut ini, Subroto mendesak Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kesehatan untuk segera melakukan evaluasi total dan audit terhadap distribusi Sumber Daya Manusia secara objektif. Ia menengarai adanya ketimpangan nyata di mana tenaga dokter cenderung menumpuk di puskesmas wilayah perkotaan yang fasilitasnya sudah lengkap, sementara puskesmas di daerah pelosok justru dibiarkan kekurangan petugas.
”Pemerintah daerah harus betul-betul mengevaluasi pegawai-pegawai yang menumpuk atau berlebihan di satu titik, sementara di tempat lain kosong. Kita ingin semua pelayanan di Kabupaten Berau ini bisa berjalan dengan baik tanpa ada diskriminasi wilayah,” tegasnya lagi.
Lebih lanjut, Subroto menekankan bahwa ketidakmerataan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan beban nyata bagi ekonomi rakyat kecil. Jika puskesmas lokal tidak berfungsi, masyarakat terpaksa menempuh perjalanan darat berjam-jam menuju Tanjung Redeb dengan biaya yang sangat mencekik kantong.
Ia berharap pemerintah segera melakukan re-distribusi tenaga medis agar warga pesisir tidak perlu lagi membuang biaya tambahan jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan hak dasar mereka, yakni layanan kesehatan yang layak dan manusiawi. (Cha/Adv)











