DPUPR Berau Ungkap Penyebab Banjir di Jalan Ponegoro 2 Meski Ada Drainase
Tanjung Redeb – Meski telah dilengkapi gorong-gorong dan sistem drainase, kawasan Jalan Ponegoro 2 masih kerap dilanda banjir saat hujan deras. Kondisi ini memicu keluhan warga, terutama pada titik genangan yang cukup tinggi seperti di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menjelaskan bahwa persoalan banjir tidak semata-mata disebabkan oleh kapasitas drainase jalan, melainkan juga aliran air dari lahan milik masyarakat yang tidak memiliki sistem parit memadai.
Ia menyebut, banyak air hujan justru mengalir dari lahan warga ke badan jalan, sebelum akhirnya masuk ke drainase. Padahal, seharusnya air dari lahan langsung dialirkan ke saluran drainase melalui parit tersendiri, bukan melewati jalan.
“Yang di jalan itu seharusnya hanya menampung air dari badan jalan saja, bukan tambahan dari lahan masyarakat. Ini yang jadi persoalan,” ujarnya saat ditemui media Lensanusantara.id. Senin,(30/03/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan ukuran lubang inlet drainase yang relatif kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air yang datang secara bersamaan, baik dari jalan maupun dari lahan warga.
Hendra juga menyoroti perubahan kondisi lingkungan dan tata ruang. Ia membandingkan situasi saat sebelum sistem drainase tertutup diterapkan, di mana kawasan tersebut disebutnya jarang mengalami banjir.
“Sekarang lahan-lahan sudah banyak ditimbun dan permukaan tanah semakin tinggi. Dulu mungkin masih banyak resapan, sekarang air langsung mengalir,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mempertimbangkan pembangunan parit tambahan yang mengarah langsung dari lahan masyarakat ke drainase utama. Namun, ia menilai hal tersebut bukan solusi ideal jika seluruhnya dibebankan kepada pemerintah.
“Harusnya masing-masing lahan punya saluran sendiri yang langsung terhubung ke drainase, bukan dibuang ke jalan,” tegasnya.
Hendra menambahkan, sistem drainase tertutup sebenarnya memiliki sejumlah keunggulan, seperti meminimalisir masuknya sampah dan menghambat pertumbuhan tanaman liar di dalam saluran.
Namun, ia mengakui tetap ada tantangan, seperti potensi sedimentasi yang perlu mendapat perhatian dalam pemeliharaan.
DPUPR Berau pun mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengelolaan aliran air di lingkungan masing-masing, guna mengurangi risiko banjir yang terus berulang di kawasan tersebut. (Cha)











