Respons Cepat Karyawan, Kebakaran di Dapur Cafe Atmosfer Berau Berhasil Dipadamkan
Tanjung Redeb – Kebakaran sempat terjadi di dapur Cafe Atmosfer yang berlokasi di Jalan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Beruntung, api berhasil dipadamkan dengan cepat sebelum membesar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa kejadian tersebut dapat segera diatasi berkat kesiapsiagaan masyarakat di lokasi.
Menurutnya, karyawan cafe telah melakukan langkah mitigasi dini dengan baik, termasuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta memiliki pemahaman dasar penanganan kebakaran.
“Ini salah satu contoh masyarakat sudah sigap dan tanggap. Mereka sudah melakukan mitigasi dini, pencegahan, serta menyediakan APAR. Artinya sudah ada edukasi, sehingga bisa melakukan penanganan mandiri untuk api skala kecil,” ujarnya.

Ia menegaskan, respons cepat dari pihak cafe menjadi faktor utama api tidak sempat membesar. Jika tidak ditangani segera, potensi kebakaran bisa jauh lebih besar sambil menunggu petugas pemadam datang.
“Kalau belum teredukasi dan panik, lalu hanya berharap Damkar datang, api bisa sudah membesar. Tapi ini mereka punya response time mandiri yang baik,” tambahnya.
Dari hasil identifikasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh api dari kompor yang kemungkinan dipengaruhi kelalaian karyawan, kerusakan kompor, serta alat penghisap udara di dapur.
Akibat kejadian tersebut, dua peralatan dapur dilaporkan terbakar dan sebagian dinding mengalami penghitaman. Namun, tingkat kebakaran masih tergolong sangat kecil dan tidak menimbulkan kerusakan besar.
Nofian pun mengimbau para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang kuliner, untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran.
Ia menekankan pentingnya pelatihan bagi karyawan, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran, serta menyediakan perlengkapan pemadam yang memadai, terutama di dapur dengan skala produksi.
“Harapannya semua pelaku usaha bisa melatih karyawannya dan melengkapi alat pemadam, baik APAR maupun alat pemadam skala besar, agar kejadian seperti ini bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya. (Cha)











