banner dprd berau

Diduga Puing Satelit Asal Tiongkok Ditemukan di Perairan Derawan

Derawan – Warga Kampung Pulau Derawan, Kabupaten Berau, digegerkan dengan penemuan puing-puing yang diduga merupakan bagian dari satelit berlambang bendera Tiongkok di perairan sekitar Pulau Semama.

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang nelayan, Juhan Wahyudi alias Kudik, pada Sabtu (27/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, ia tengah mengantar wisatawan dalam perjalanan laut di sekitar perairan Pulau Semama.

Kudik mengaku melihat benda mencurigakan yang mengapung di laut dan menyerupai puing-puing logam. Menyadari kejanggalan tersebut, ia kemudian kembali ke lokasi pada malam harinya sekitar pukul 20.30 Wita bersama rekannya, Muhammad Rifki alias Tutung, untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga  Kebijakan WFH Disorot, DPRD Berau Minta Pelayanan Tetap Maksimal

Dengan menggunakan kapal, keduanya menarik puing tersebut hingga ke Pulau Derawan. Proses evakuasi berlangsung cukup lama hingga akhirnya mereka tiba di Derawan pada Sabtu pagi (28/3/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

Saat ini, puing-puing yang diduga bagian dari satelit tersebut telah diamankan di kawasan Pantai Pinus, RT 03 Kampung Pulau Derawan, Kecamatan Pulau Derawan.

Baca Juga  Kampanye MP-AW di Rantau Panjang, Janjikan Air Bersih dan listrik Secara Merata

Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, melalui laporan resminya menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah, di antaranya memeriksa saksi-saksi, melakukan pengecekan langsung terhadap benda yang ditemukan, serta melaporkan temuan tersebut ke pimpinan untuk tindak lanjut lebih lanjut.

Belum dapat dipastikan asal-usul pasti dari puing tersebut, termasuk kebenaran apakah benar merupakan bagian dari satelit milik negara tertentu. Namun, adanya simbol yang menyerupai bendera Tiongkok menjadi perhatian tersendiri dan masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang.

Baca Juga  Pemkab Berau Pertahankan Jalan Rampung Sebelum Natal

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi terkait.

Perkembangan lebih lanjut terkait temuan ini masih menunggu hasil investigasi lanjutan. (Cha)