Kejar PAD Rp450 Miliar, Berau Diminta Kurangi Ketergantungan pada Momentum Musiman
Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau didorong untuk memperkuat sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih berkelanjutan, seiring target peningkatan PAD yang dipatok mencapai Rp450 miliar pada tahun 2027.
Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa lonjakan aktivitas ekonomi saat libur panjang seperti Lebaran memang memberikan dampak positif terhadap perputaran uang di daerah. Namun, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan sebagai andalan utama dalam menopang pendapatan daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu mengubah momentum musiman menjadi pola pertumbuhan pendapatan yang stabil sepanjang tahun. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun diminta lebih aktif menggali potensi dari berbagai sektor, tidak hanya bertumpu pada pariwisata.
“Tidak bisa lagi kita hanya berharap pada momen liburan. Harus ada strategi jangka panjang agar PAD kita bisa tumbuh secara konsisten,” ujarnya.
Salah satu upaya yang kini didorong adalah optimalisasi pajak daerah, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pemkab Berau mulai mengembangkan sistem digital melalui aplikasi e-PBB untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran.
Langkah ini diyakini dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperluas akses layanan. Selain itu, peran Aparatur Sipil Negara (ASN) juga ditekankan sebagai contoh dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, mengungkapkan bahwa proyeksi pendapatan daerah tahun 2027 ditargetkan sebesar Rp2,724 triliun. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih belum menunjukkan pertumbuhan signifikan jika dibandingkan dengan struktur APBD sebelumnya.
Untuk PAD, target Rp450 miliar pada 2027 meningkat dari Rp400 miliar pada 2025. Namun, realisasi PAD 2025 yang berada di kisaran Rp380 miliar menjadi catatan penting yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
“Proyeksi ini kami susun dengan hati-hati, karena kondisi ekonomi dan arah kebijakan fiskal ke depan masih penuh tantangan,” jelasnya.
Dengan target yang terus meningkat namun realisasi yang belum optimal, Pemkab Berau dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk membangun sistem pendapatan daerah yang lebih kuat, inovatif, dan tidak bergantung pada faktor musiman. (Cha)











