banner dprd berau

Lebaran Berkah: Sektor Wisata Berau Jadi “Mesin” Penggerak UMKM dan Ekonomi Lokal

Tanjung Redeb – Lonjakan kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan Kabupaten Berau pada momen libur Lebaran 2026 tidak hanya menjadi ajang pamer keindahan alam, tetapi juga sukses menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Sejumlah sektor mulai dari UMKM, jasa transportasi, hingga penginapan dilaporkan mengalami kenaikan pendapatan yang signifikan.

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan angin segar bagi masyarakat lokal. Menurutnya, efek domino dari pergerakan wisatawan sangat terasa pada lini usaha kecil di sekitar objek wisata.

Baca Juga  Dukung Penuh Sekolah Siaga Kependudukan untuk Bekal Generasi Muda

“Pergerakan wisatawan ini sangat berdampak pada UMKM, transportasi, hingga jasa lainnya. Ini yang terus kita dorong agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Berau mencatat, geliat ekonomi ini tidak hanya terpusat di wisata bahari populer seperti Pulau Derawan, Maratua, dan Labuan Cermin. Objek wisata daratan seperti Air Panas Pemapak Bapinang pun kini mulai menunjukkan taringnya sebagai primadona baru yang turut mendistribusikan pendapatan ke warga desa penyangga.

Baca Juga  Demi Kelestarian Alam, Labuan Cermin Batasi Jam Kunjungan Wisatawan

Saat ini, Berau memiliki modal kuat untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui, 159 Destinasi Wisata Alam, 39 Destinasi Wisata Budaya, 27 Wisata Buatan, dan 18 Desa Wisata yang terus dipacu pengembangannya.

Agar dampak ekonomi ini tidak bersifat musiman, Said menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjaga standar pelayanan. Fokus utama kini bukan lagi sekadar promosi, melainkan pada kesiapan fasilitas, kebersihan, dan keamanan.

Baca Juga  Perencanaan Anggaran Porprov 2026 Masih dalam Proses, Dispora Berau Tunggu Informasi Resmi Cabor

Pemerintah optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor yang solid, kenyamanan wisatawan akan terjaga. Pengalaman positif wisatawan selama libur Lebaran diharapkan mampu menciptakan loyalitas pengunjung yang akan kembali lagi di masa depan, sehingga sektor pariwisata benar-benar menjadi pilar utama ekonomi Kalimantan Timur. (Cha)