banner dprd berau

Diskoperindag Ancam Sanksi Pangkalan Jual LPG di Atas HET

Tanjung Redeb – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau memperingatkan pangkalan LPG 3 kilogram agar tidak menjual di atas harga yang telah ditetapkan. Pelanggaran terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) dipastikan akan berujung sanksi.

Kepala Bidang Bina Usaha Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, menegaskan bahwa harga LPG subsidi di wilayah Tanjung Redeb telah ditentukan sebesar Rp25 ribu per tabung dan wajib dipatuhi oleh seluruh agen maupun pangkalan.

Baca Juga  Diduga Puing Satelit Asal Tiongkok Ditemukan di Perairan Derawan

Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan memberi ruang bagi praktik penjualan di atas ketentuan. Ia bahkan mendorong masyarakat untuk melaporkan jika menemukan harga yang melampaui batas.

“Kami sudah mengingatkan agen dan pangkalan agar menjual sesuai HET. Kalau ada yang melanggar, silakan dilaporkan,” ujarnya.

Hotlan menambahkan, tindakan tegas akan diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar, mulai dari teguran hingga sanksi lanjutan jika pelanggaran kembali terjadi.

Baca Juga  Jaga Warisan Budaya Berau, Ketua DPRD Serukan Keterlibatan Aktif Masyarakat dan Generasi Muda

Pengawasan, lanjutnya, memang tidak bisa menjangkau seluruh titik distribusi secara bersamaan. Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam membantu pengawasan di lapangan.

“Kami tidak bisa memantau satu per satu, jadi partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan,” katanya.

Selain membuka ruang pengaduan, Diskoperindag juga rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan. Dari hasil sidak tersebut, ditemukan adanya pelanggaran yang langsung ditindak oleh petugas.

Baca Juga  Diskoperindag Berau Siapkan Pasar Murah Ramadan 2026, Fokus Kampung Terpencil

“Beberapa pangkalan sudah kami tegur. Kalau masih mengulangi, tentu sanksinya lebih berat,” tegasnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan LPG subsidi tetap tersalurkan dengan harga terjangkau dan tepat sasaran, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar. (Cha)