banner dprd berau

85 Siswa di Biatan Ilir Belajar di Kolong Rumah, Pemerintah Kampung Desak Sekolah Layak

Tanjung Redeb – Kondisi pendidikan di Kampung Biatan Ilir, Kabupaten Berau, masih memprihatinkan. Puluhan siswa sekolah dasar di wilayah tersebut hingga kini terpaksa menjalani proses belajar mengajar di bawah kolong rumah warga karena belum memiliki gedung sekolah yang layak.

Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid, menyebutkan sekitar 85 siswa saat ini mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi serba terbatas. Rumah-rumah warga yang berbentuk panggung tinggi membuat ruang di bawah rumah dimanfaatkan sementara sebagai tempat belajar.

Baca Juga  Tanjung Selor Catat Inflasi 1,5 Persen pada April

“Anak-anak sekarang belajar di bawah rumah warga. Kondisinya tentu jauh dari layak untuk kegiatan belajar,” ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut sangat memprihatinkan dan tidak seharusnya terjadi di tengah upaya peningkatan kualitas pendidikan. Bahkan, aktivitas warga di rumah tersebut kerap mengganggu proses belajar para siswa.

“Kadang kalau pemilik rumah buang air kecil dari atas, bisa saja mengenai anak-anak yang sedang belajar di bawah,” ungkapnya.

Abdul Hafid menilai kondisi ini sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak di wilayahnya.

Baca Juga  Bupati dan Kapolda Kaltim Meresmikan Kantor Polres Berau Baru

“Ini sudah jaman sekarang, bukan seperti dulu lagi. Masa masih ada sekolah yang seperti ini,” katanya.

Ia menjelaskan, sebenarnya sempat ada pembangunan gedung sekolah di wilayah tersebut yang sudah mencapai sekitar 75 persen. Namun hingga kini proyek tersebut tidak pernah dilanjutkan dan dibiarkan terbengkalai sejak beberapa tahun terakhir.

Pemerintah kampung sendiri mengaku telah berulang kali mengusulkan pembangunan sekolah definitif agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman.

Baca Juga  Sosok Astri, Bhabinkamtibmas Perempuan di IKN

“Kami selalu mengusulkan agar pembangunan SD di sana menjadi prioritas. Anak-anaknya sudah cukup banyak, jadi memang sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Saat ini jumlah penduduk di wilayah Biatan Ilir dan Biatan Ulu secara keseluruhan diperkirakan mencapai lebih dari 300 jiwa.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi agar anak-anak di Kampung Biatan Ilir tidak lagi harus belajar di tempat yang jauh dari standar kelayakan pendidikan.(Cha)