banner dprd berau

Sutami Soroti Keterbatasan Armada Sampah di Pasar SAD: Perlu Jadwal Pengangkutan Lebih Intensif

Berau – Kondisi sanitasi di kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) kembali menjadi sorotan tajam. Tumpukan sampah organik, terutama sisa sayur-mayur di area belakang pasar, dilaporkan menggunung hingga menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung pusat perbelanjaan terbesar di Berau tersebut.

​Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menilai bahwa manajemen pengelolaan limbah di pasar tersebut masih jauh dari kata optimal. Menurutnya, persoalan ini merupakan isu klasik yang terus berulang tanpa adanya langkah pembenahan yang bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga  DPRD Berau Perketat Pengawasan APBD, Pastikan Program Pembangunan Tepat Sasaran

​“Kondisi ini harus menjadi atensi prioritas pemerintah daerah. Mengingat Pasar SAD adalah pusat denyut ekonomi masyarakat, aspek kebersihan dan higienitas lingkungan tidak boleh diabaikan begitu saja,” tegas Sutami.

​Sutami mengidentifikasi bahwa salah satu pemicu utama penumpukan sampah adalah keterbatasan sumber daya manusia dan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. Rasio antara volume sampah yang dihasilkan setiap hari dengan frekuensi pengangkutan dinilai belum seimbang.

Baca Juga  Perusda Berau Diusulkan Prioritaskan Pengembangan Jagung dan Kakao

​Namun, ia menggarisbawahi bahwa tanggung jawab ini tidak bisa sepenuhnya diletakkan di pundak DLHK semata. Diperlukan sebuah regulasi dan sistem tata kelola khusus yang dirancang spesifik untuk area pasar.

​“Kita harus realistis bahwa dengan jumlah personel yang terbatas, pengangkutan tidak bisa dilakukan secara intensif jika sistemnya masih konvensional. Pemerintah daerah perlu hadir memberikan solusi sarana dan prasarana yang lebih mumpuni,” terangnya.

​Sebagai langkah konkret, politisi ini mengusulkan agar pengelola pasar mulai menerapkan sistem pemilahan sampah sejak dari lapak pedagang. Dengan memisahkan sampah organik dan residu, beban di titik pembuangan akhir pasar dapat tereduksi secara signifikan.

Baca Juga  Perencanaan Anggaran Porprov 2026 Masih dalam Proses, Dispora Berau Tunggu Informasi Resmi Cabor

​Ia juga menekankan pentingnya peningkatan frekuensi pengangkutan guna memutus rantai penumpukan sampah di lokasi.

​“Sistem yang tertata akan mempermudah petugas dalam melakukan evakuasi limbah. Saya mendorong agar jadwal pengangkutan dilakukan lebih rutin, minimal tiga kali sehari; pagi, siang, dan sore. Dengan manajemen yang teratur dan terjadwal, saya optimis persoalan sampah ini bisa segera teratasi,” pungkasnya. (Cha/Adv)