banner dprd berau

Dinkes: Hipertensi dan Diabetes Terkontrol Aman Berpuasa

Tanjung Redeb – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menegaskan bahwa tidak semua penderita hipertensi dan diabetes dilarang menjalankan ibadah puasa. Selama kondisi penyakit terkontrol dan mendapat rekomendasi dari tenaga kesehatan, puasa tetap bisa dilakukan dengan aman.

Kasi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinkes Berau, Nurhayati, menjelaskan bahwa puasa bagi penderita penyakit tidak menular harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

“Dinas Kesehatan memandang bahwa tidak semua penderita hipertensi dan diabetes dilarang berpuasa. Puasa tetap dapat dijalankan selama kondisi penyakit terkontrol dan mendapat rekomendasi tenaga kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga  Longsor di Jalan Poros Pegat Bukur, Akses Tiga Kampung Nyaris Terputus

Ia merinci, untuk penderita hipertensi yang masih aman berpuasa yakni mereka dengan tekanan darah terkontrol di bawah 140/90 mmHg, rutin minum obat, serta tidak memiliki komplikasi berat seperti stroke atau gagal jantung.

Sementara bagi penderita diabetes, puasa dinilai masih aman apabila kadar gula darah relatif stabil, tidak sering mengalami hipoglikemia, tidak memiliki komplikasi berat seperti gagal ginjal berat atau luka kaki diabetik berat, serta telah mendapatkan penyesuaian dosis obat dari dokter.

Baca Juga  DPRD Berau Kritik Penggunaan BTT, OPD Diminta Miliki Indikator Kerja Terukur

Namun demikian, terdapat kondisi tertentu yang membuat pasien sebaiknya tidak berpuasa. Pada penderita hipertensi, misalnya tekanan darah yang sering melebihi 180/110 mmHg atau memiliki komplikasi jantung dan stroke akut.

Sedangkan pada penderita diabetes, puasa tidak disarankan apabila gula darah sering sangat tinggi di atas 300 mg/dL, kerap mengalami hipoglikemia, atau menggunakan insulin dengan risiko tinggi terjadinya hipoglikemia.

Baca Juga  Waris Desak Bapenda Berau Segera Petakan Potensi Riil CSR Perusahaan

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berpuasa apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum Ramadan menjadi langkah penting guna memastikan keamanan dan penyesuaian terapi obat selama menjalankan ibadah puasa.

“Yang terpenting adalah menjaga kesehatan. Jangan ragu untuk berkonsultasi agar puasa tetap aman dan ibadah bisa dijalankan dengan tenang,” tutupnya. (Cha)