banner dprd berau

TPS3R Pulau Derawan Jadi Senjata Utama Jaga Ekosistem Wisata

Berau – Destinasi wisata unggulan, Pulau Derawan, kini tengah bersiap melakukan revolusi pengelolaan lingkungan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau resmi menghadirkan Rumah Pilah Sampah (RPS) TPS3R sebagai senjata utama memutus rantai masalah sampah di kawasan tersebut.

​Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah misi besar untuk mengubah pola pikir masyarakat dari “buang sampah” menjadi “pilah sampah”.

​Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, menegaskan bahwa keberadaan TPS3R adalah jawaban konkret atas tingginya volume sampah di Pulau Derawan. Sebagai magnet wisatawan, Derawan memang menghadapi tantangan limbah yang cukup berat.

Baca Juga  Sutami Serukan Perbaiki Kinerja BUMD, Harap Jadi Kebanggaan Daerah

​”Masalah terbesar di kawasan wisata itu memang sampah. Dengan adanya TPS3R, paling tidak separuh persoalan bisa kita kurangi. Kuncinya sekarang ada pada konsistensi pengangkutan dan pengelolaannya,” ujar Waris.

​Konsep TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) ini mendorong masyarakat untuk berhenti mencampur sampah. Waris menjelaskan bahwa ada potensi ekonomi besar yang selama ini terbuang begitu saja.

​”Tujuannya jelas, mengubah kebiasaan. Sampah basah dikelola, sampah kering dijual. Ini bukan lagi beban, tapi sumber pendapatan baru bagi warga,” tambahnya.

Baca Juga  Penyegaran Birokrasi, 119 Pejabat Pemkab Berau Resmi Dilantik

​Menariknya, pembangunan fasilitas ini merupakan buah manis dari kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Waris mengapresiasi sinergitas ini sebagai bukti bahwa pembangunan Berau bisa melesat lebih cepat tanpa harus selalu bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah (APBD).

​”Ini bukti Berau terbuka terhadap kemitraan. Bantuan pihak ketiga sangat membantu mempercepat hadirnya fasilitas vital seperti ini,” jelasnya.

Baca Juga  Optimalkan Layanan Kesehatan, Pemkab Berau Diharapkan Perkuat Armada Medis di Perbatasan

​Ke depan, ia juga berharap Pulau Derawan tidak hanya dikenal karena keindahan bawah lautnya, tetapi juga sebagai “Kampung Mandiri Sampah”. Ia ingin Derawan menjadi role model bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Berau dalam menciptakan sistem lingkungan yang modern dan berkelanjutan.

​“Kalau dikelola dengan profesional, sampah akan menjadi berkah. Ini peluang yang harus kita maksimalkan demi masa depan pariwisata kita,” tutupnya. (Cha/Adv)